Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Video

Larangan Ekspor CPO Dicabut TAPI Tidak diiringi dengan Naiknya Kembali harga TBS di PKS

×

Larangan Ekspor CPO Dicabut TAPI Tidak diiringi dengan Naiknya Kembali harga TBS di PKS

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERAU, Global-Satu.com – Meskipun larangan ekspor CPO sudah dicabut oleh pemerintah pusat, yang diiringi dengan pencabutan batasan kuota oleh Pabrik-Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Indonesia, namun kebijakan tersebut tidak serta merta diiringi naiknya kembali harga TBS yang tadinya saat sebelum pelarangan ekspor sudah bagus, yaitu di level Rp. 3.600 sampai Rp. 3.800 per kg, langsung anjlok rata-rata di seluruh Indonesia turun 50% menjadi Rp. 1.600 per kg sehingga menimbulkan keluhan hampir di seluruh kalangan para petani sawit.

Baca Juga :  Kapolres Bantaeng Silaturahmi dengan Rekan Media Mitra Humas Polres Bantaeng

Menurut kabar terakhir, harga TBS sudah mulai berangsur-angsur naik kembali di kisaran Rp 2.300 sampai Rp 2.400 per kg itu,namun belum kembali ke posisi level harga sebelum adanya pelarangan ekspor, sebagaimana yang antara lain disampaikan oleh Andi Amir, dari Komisi II DPRD Berau.

Sebagaimana info terakhir dari situsnya, Disbun Provinsi Kaltim sudah menetapankan harga baru TBS, namun hal itu masih ada kendala di lapangan, dimana sejumlah PKS masih belum menaikkan harga pembelian TBS di tingkat petani seperti sebelum adanya pelarangan ekspor CPO, meskipun Menteri Pertanian sudah meminta para Gubernur untuk menyesuaikan harga TBS di wilayah kabupaten/kota masing-masing.

Baca Juga :  Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Rudi.SE Ungkap Barang Bukti Baru Kasus Pembunuhan dan Mutilasi

Andi Amir berharap PKS kembali membeli TBS petani sesuai harga pada saat sebelum adanya pelarangan ekspor CPO untuk semua tingkatan usia pohon sawit para petani yang telah ditetapkan sebelumnya. (Tim)

Example 300250
Example 120x600