Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Nasional

Peringati Hari Pahlawan, Menko Polkam Budi Gunawan: Perjuangan Tidak Pernah Berhenti

×

Peringati Hari Pahlawan, Menko Polkam Budi Gunawan: Perjuangan Tidak Pernah Berhenti

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA – Generasi muda di Indonesia harus mau dan mampu mengambil nilai-nilai kepahlawanan dari para pejuang terdahulu. Pasalnya, perjuangan untuk memajukan bangsa Indonesia yang telah dirintis oleh generasi sebelumnya, tidak akan pernah berhenti dan harus dilanjutkan oleh generasi penerus.

Demikianlah hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan. Menurutnya hal itu usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2024 di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Minggu (10/11/2024).

“Semangat kepahlawanan dari para pejuang kita, baik sebelum kemerdekaan maupun setelah merdeka, untuk mengisi pembangunan ini terus harus kita ambil nilai atau value perjuangan tersebut dari para pahlawan,” kata Budi Gunawan saat menghadiri upacara didampingi Wakil Menko Polkam, Letnan Jenderal TNI (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus.

Baca Juga :  Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Abetnego Tarigan Bersama Rombongan Kunjungi Kawasan Pangan Nusantara

“Perjuangan ini kan tidak pernah berhenti, hanya kita sesuaikan dengan era kekinian,” lanjut Budi Gunawan.

Menko Polkam juga mengatakan, saat ini adalah masanya generasi muda selaku para penerus untuk mengambil peran melestarikan dan melanjutkan apa yang dicita-citakan oleh para pahlawan. Terutama dalam hal mengejar cita-cita bersama berupa mencerdaskan bangsa dan mewujudkan kesejahteraan bersama.

Baca Juga :  Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Rotasi dan Mutasi 300 Perwira Tinggi TNI

“Memang masih banyak pekerjaan rumah kita, termasuk untuk membangun penguatan rasa nasionalisme kita di negara ini,” ungkapnya.

Budi Gunawan mengatakan, untuk membangun nasionalisme generasi muda, mutlak diperlukan edukasi yang menyentuh semua jenjang kalangan. Edukasi nasionalisme mesti ada mulai dari pendidikan usia dini, sekolah, kampus, hingga lingkungan perkantoran.

“Perlu kita bangun edukasi dari sekolah sampai kampus, juga di kantor-kantor. Kita lihat negara lain juga melakukan itu. Jangan sampai nasionalisme ini luntur terdegradasi oleh budaya, semangat, dan ideologi luar. Ini pekerjaan kita semua terutama untuk generasi penerus,” pungkasnya. (Amris)

Example 120x600
error: Content is protected !!