BERAU – Wisata Mangrove Teluk Semanting telah ditutup selama kurang lebih 8 bulan menyusul insiden jatuhnya seorang wisatawan asing dari jembatan tracking yang dianggap rapuh. Peristiwa yang terjadi dengan ketinggian lebih dari 3 meter itu mengakibatkan luka cukup serius pada beberapa bagian tubuh wisatawan, yang memerlukan jahitan. Tragisnya, beberapa warga lokal juga mengalami insiden serupa dalam beberapa minggu setelah kejadian pertama.
Kebijakan penutupan ekowisata mangrove diambil sebagai langkah preventif untuk menghindari insiden lebih lanjut. Namun, meskipun sudah berlalu lebih dari delapan bulan, belum ada tindakan perbaikan yang tampak dari Tim Pengelola Mangrove (TPM) maupun pemerintah kampung Teluk Semanting.
Kondisi ini berimbas pada ekonomi lokal, terutama bagi para penjaga kantin dan warung yang berjualan di pelataran wisata. Dengan tutupnya lokasi wisata, pendapatan mereka menurun drastis karena tidak adanya pengunjung yang datang.
Warga dan pelaku usaha setempat saat di temuai Berita Global Indonesia pada Jumat 30 Mei 2025, berharap agar pihak terkait segera melakukan perbaikan dan membuka kembali Wisata Mangrove Teluk Semanting, sehingga aktivitas ekonomi dapat pulih dan keamanan pengunjung terjamin.
(Bahtiar AC)



























