SURABAYA — UMKM tak lagi cukup hanya mengandalkan produk bagus. Di tengah persaingan bisnis yang makin digital, kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi salah satu kunci agar usaha tetap bertahan dan berkembang.
Peluang itu coba dibuka melalui dukungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Pelaku UMKM didorong memanfaatkan fasilitas, program pelatihan, trainer, hingga pendampingan yang tersedia.
Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Kementerian Komdigi RI Gunawan Hutagalung, ST., MT, menekankan pentingnya pelaku UMKM memanfaatkan berbagai fasilitas tersebut. Pelatihan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam menghadapi transformasi digital.
Hal senada disampaikan Bagus Winarko, S.Kom., MT, Kepala Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital Surabaya Kementerian Komdigi RI. Menurutnya, keberadaan tenaga pengajar dan trainer menjadi bagian penting dalam membantu UMKM memahami sekaligus menerapkan teknologi sesuai kebutuhan usaha.
Tidak berhenti pada digitalisasi. Teknologi Artificial Intelligence (AI) juga mulai didorong untuk masuk lebih jauh ke sektor UMKM.
Melalui program pengembangan di tingkat pusat, Komdigi mendorong pengembangan AI melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Universitas Ciputra Surabaya. Teknologi tersebut diharapkan nantinya tidak sekadar menjadi tren, tetapi mampu membantu pelaku UMKM mengidentifikasi persoalan dan mencari solusi yang lebih inovatif.
Mochamad Khusaeri, Ketua Tim Kerja Digital Talent Academy dan Rumah Inovatif, turut terlibat dalam pengembangan ekosistem talenta dan inovasi digital. Penguatan kemampuan sumber daya manusia dinilai menjadi bagian penting agar pemanfaatan teknologi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat dan dunia usaha.
Bagi UMKM, perkembangan teknologi tersebut membuka ruang baru. Mulai dari pemasaran digital, pengelolaan usaha, pembuatan konten, analisis pasar hingga pengembangan produk dapat diarahkan untuk memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang.
Romo Bambang, Penasehat DPD MATRA Sidoarjo, menilai kegiatan dan dukungan terhadap digitalisasi UMKM tersebut sangat positif. Menurut dia, penguatan kapasitas pelaku usaha melalui teknologi dapat menjadi salah satu langkah untuk mendorong kemajuan UMKM di Sidoarjo.
“Ini sangat positif untuk meningkatkan kemajuan UMKM di Sidoarjo. Pelaku UMKM harus mendapatkan akses terhadap pengetahuan, pelatihan dan teknologi agar mampu mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.
Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, trainer, tenaga ahli dan pelaku usaha pun menjadi penting. Sebab, transformasi digital tidak cukup hanya dengan menyediakan teknologi.
Yang lebih penting adalah memastikan teknologi tersebut dipahami, digunakan, dan benar-benar menyelesaikan persoalan UMKM.
Di titik inilah AI mulai dipandang bukan sekadar teknologi masa depan. Bagi UMKM, AI berpeluang menjadi alat bantu untuk bekerja lebih cepat, membaca kebutuhan pasar, sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan bisnis.
Tantangannya kini tinggal satu: seberapa cepat UMKM berani beradaptasi.(msa)

























