SEMARANG — Sampah plastik dari rumah tangga tak harus berakhir di tempat pembuangan. Di tangan ibu-ibu PKK, botol, gelas, hingga kemasan plastik bekas bisa disulap menjadi karya kreatif yang bernilai guna sekaligus bernilai ekonomi.
Pesan itu mengemuka dalam Lomba Kreativitas Daur Ulang Limbah Plastik bagi Ibu-Ibu PKK Kecamatan se-Kota Semarang di Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, Kamis (17/9).
Ketua I TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Ibu Indah Sumarno, hadir mewakili Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa persoalan sampah harus dimulai dari rumah.
Berdasarkan data SIPSN 2025 yang disampaikan dalam acara tersebut, 71,5 persen sampah Kota Semarang berasal dari aktivitas rumah tangga, sedangkan sampah plastik mencapai sekitar 18 persen.
“Di tangan kader PKK, masalah tidak berhenti sebagai keluhan. Masalah bisa diubah menjadi peluang,” kata Indah Sumarno.
Menurutnya, kader PKK memiliki peran strategis dalam membangun kebiasaan ramah lingkungan di tingkat keluarga. Melalui gerakan Recycle Art dan program GEMAH RIPAH (Gerakan Olah Sampah, Rezeki Keluarga Melimpah), limbah plastik didorong agar memiliki usia pakai lebih panjang dan tidak cepat menjadi sampah.
Lomba tersebut juga memadukan konsep Local Creative dan Museum Connect. Selain mengurangi limbah, kegiatan ini diharapkan mendorong ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal sekaligus menjadikan museum sebagai ruang edukasi yang hidup.
Indah Sumarno menilai perempuan memiliki posisi penting karena keluarga merupakan tempat pertama membentuk kebiasaan anak, termasuk kepedulian terhadap lingkungan.
“Nilai kepedulian terhadap lingkungan tidak pertama kali diajarkan di bangku sekolah. Semuanya bisa dimulai dari rumah,” ujarnya.
Ia berharap lomba tidak sekadar menjadi ajang mencari juara, tetapi menjadi ruang bertukar pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah plastik.
“Menang atau belum menang hari ini, panjenengan semua adalah pahlawan lingkungan di wilayah masing-masing,” tegasnya.
Indah Sumarno kemudian membuka secara resmi Lomba Kreativitas Daur Ulang Limbah Plastik bagi Ibu-Ibu PKK Kecamatan se-Kota Semarang Tahun 2026.
Pesannya sederhana: jangan buang plastik. Olah menjadi karya, kurangi limbah, dan buka peluang ekonomi dari barang yang sebelumnya dianggap tak berguna.(msa)













