{"id":532,"date":"2021-01-02T16:59:38","date_gmt":"2021-01-02T16:59:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.global-satu.com\/?p=532"},"modified":"2021-01-02T16:59:38","modified_gmt":"2021-01-02T16:59:38","slug":"komunitas-pers-minta-kapolri-cabut-pasal-2d-dalam-maklumat-ini-alasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=532","title":{"rendered":"Komunitas Pers Minta Kapolri Cabut Pasal 2d Dalam Maklumat, Ini Alasannya"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA<\/strong> &#8211; Pemerintah melarang aktivitas Front Pembela Islam (FPI). Usai pelarangan itu, Kapolri menerbitkan maklumatnya.<\/p>\n<p>Maklumat dengan Nomor: Mak\/1\/I\/2021 tentang Kepatuhan terhadap Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan Atribut Serta Penghentian Kegiatan Front Pembela Islam (FPI), yang ditandatangani 1 Januari 2021.<\/p>\n<p>Salah satu pasal yang disoroti yakni Pasal 2d. Bunyinya, &#8220;Masyarakat tidak mengakses, mengunggah dan menyebarluaskan konten terkait FPI baik melalui website maupun media sosial,&#8221;.<\/p>\n<p>Maklumat itu diprotes oleh Komunitas Pers yang terdiri atas Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Abdul Manan,\u00a0 Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari, Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Yadi Hendriana, Sekjen Pewarta Foto Indonesia (PFI) Hendra Eka, Ketua Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred) Kemal E. Gani, dan Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wenseslaus Manggut.<\/p>\n<p>Komunitas Pers menyebut Maklumat Kapolri berkaitan dengan FPI berlebihan. Hal itu tidak sejalan dengan hak masyarakat untuk mendapat dan menyebarkan informasi.<\/p>\n<p>&#8220;Maklumat Kapolri dalam Pasal 2d itu berlebihan dan tidak sejalan dengan semangat kita sebagai negara demokrasi yang menghargai hak masyarakat untuk memperoleh dan menyebarkan informasi,&#8221; tulis Komunitas Pers dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1\/1\/2021).<\/p>\n<p>Komunitas Pers menyebut aturan ini tertuang jelas dalam Pasal 28F UUD 1945 yang menyatakan, &#8220;Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia&#8221;.<\/p>\n<p>Selain itu, Maklumat Kapolri dinilai dapat mengancam kerja jurnalisme. Hal itu bertentangan dengan UUD 1945.<\/p>\n<p>&#8220;Mendesak Kapolri mencabut pasal 2d dari Maklumat itu karena mengandung ketentuan yang tak sejalan dengan prinsip negara demokrasi, tak senafas dengan UUD 1945 dan bertentangan dengan Undang Undang Pers,&#8221; kata Komunitas Pers.<\/p>\n<p>Berikut ini pernyataan lengkap Komunitas Pers:<\/p>\n<p>1. Maklumat Kapolri dalam Pasal 2d itu berlebihan dan tidak sejalan dengan semangat kita sebagai negara demokrasi yang menghargai hak masyarakat untuk memperoleh dan menyebarkan informasi. Soal ini tertuang jelas dalam Pasal 28F UUD 1945 yang menyatakan, &#8220;Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia&#8221;.<\/p>\n<p>2. Maklumat ini mengancam tugas jurnalis dan media, yang karena profesinya melakukan fungsi mencari dan menyebarkan informasi kepada publik, termasuk soal FPI. Hak wartawan untuk mencari informasi itu diatur dalam Pasal 4 Undang Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers yang isinya menyatakan, &#8220;(3) Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.&#8221; Isi maklumat itu, yang akan memproses siapa saja yang menyebarkan informasi tentang FPI, juga bisa dikategorikan sebagai &#8220;pelarangan penyiaran&#8221;, yang itu bertentangan dengan pasal 4 ayat 2 Undang Undang Pers.<\/p>\n<p>3. Mendesak Kapolri mencabut pasal 2d dari Maklumat itu karena mengandung ketentuan yang tak sejalan dengan prinsip negara demokrasi, tak senafas dengan UUD 1945 dan bertentangan dengan Undang Undang Pers.<\/p>\n<p>4. Menghimbau pers nasional untuk terus memberitakan pelbagai hal yang menyangkut kepentingan publik seperti yang sudah diamanatkan oleh Undang Undang Pers. (Ant\/iNEW\/Fathir)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Pemerintah melarang aktivitas Front Pembela Islam&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":533,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2,3],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-532","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-polri"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Komunitas Pers Minta Kapolri Cabut Pasal 2d Dalam Maklumat, Ini Alasannya - Berita Global Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=532\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Komunitas Pers Minta Kapolri Cabut Pasal 2d Dalam Maklumat, Ini Alasannya - Berita Global Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA &#8211; Pemerintah melarang aktivitas Front Pembela Islam...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=532\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Global Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-01-02T16:59:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG-20210102-WA0014-765884.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"320\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"197\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=532#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=532\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d34a52aefdba7a15bc64dc69a7414158\"},\"headline\":\"Komunitas Pers Minta Kapolri Cabut Pasal 2d Dalam Maklumat, Ini Alasannya\",\"datePublished\":\"2021-01-02T16:59:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=532\"},\"wordCount\":488,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=532#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/11\\\/IMG-20210102-WA0014-765884.png\",\"articleSection\":[\"News\",\"Polri\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=532\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=532\",\"name\":\"Komunitas Pers Minta Kapolri Cabut Pasal 2d Dalam Maklumat, Ini Alasannya - Berita Global Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=532#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=532#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/11\\\/IMG-20210102-WA0014-765884.png\",\"datePublished\":\"2021-01-02T16:59:38+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=532#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=532\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=532#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/11\\\/IMG-20210102-WA0014-765884.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/11\\\/IMG-20210102-WA0014-765884.png\",\"width\":320,\"height\":197},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=532#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Komunitas Pers Minta Kapolri Cabut Pasal 2d Dalam Maklumat, Ini Alasannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/\",\"name\":\"Berita Global\",\"description\":\"Cepat Akurat Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"Berita Global\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/logo-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/logo-removebg-preview.png\",\"width\":990,\"height\":147,\"caption\":\"Berita Global\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d34a52aefdba7a15bc64dc69a7414158\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/26c5e26883bff557023e2dd1b3ac0c3f58397430ddf9895a918dc9ac7e8243c7?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/26c5e26883bff557023e2dd1b3ac0c3f58397430ddf9895a918dc9ac7e8243c7?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/26c5e26883bff557023e2dd1b3ac0c3f58397430ddf9895a918dc9ac7e8243c7?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Komunitas Pers Minta Kapolri Cabut Pasal 2d Dalam Maklumat, Ini Alasannya - Berita Global Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=532","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Komunitas Pers Minta Kapolri Cabut Pasal 2d Dalam Maklumat, Ini Alasannya - Berita Global Indonesia","og_description":"JAKARTA &#8211; Pemerintah melarang aktivitas Front Pembela Islam...","og_url":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=532","og_site_name":"Berita Global Indonesia","article_published_time":"2021-01-02T16:59:38+00:00","og_image":[{"width":320,"height":197,"url":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG-20210102-WA0014-765884.png","type":"image\/png"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=532#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=532"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/#\/schema\/person\/d34a52aefdba7a15bc64dc69a7414158"},"headline":"Komunitas Pers Minta Kapolri Cabut Pasal 2d Dalam Maklumat, Ini Alasannya","datePublished":"2021-01-02T16:59:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=532"},"wordCount":488,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=532#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG-20210102-WA0014-765884.png","articleSection":["News","Polri"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=532","url":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=532","name":"Komunitas Pers Minta Kapolri Cabut Pasal 2d Dalam Maklumat, Ini Alasannya - Berita Global Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=532#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=532#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG-20210102-WA0014-765884.png","datePublished":"2021-01-02T16:59:38+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=532#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=532"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=532#primaryimage","url":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG-20210102-WA0014-765884.png","contentUrl":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/IMG-20210102-WA0014-765884.png","width":320,"height":197},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=532#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Komunitas Pers Minta Kapolri Cabut Pasal 2d Dalam Maklumat, Ini Alasannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/","name":"Berita Global","description":"Cepat Akurat Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/#organization","name":"Berita Global","url":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/logo-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/logo-removebg-preview.png","width":990,"height":147,"caption":"Berita Global"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/#\/schema\/person\/d34a52aefdba7a15bc64dc69a7414158","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/26c5e26883bff557023e2dd1b3ac0c3f58397430ddf9895a918dc9ac7e8243c7?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/26c5e26883bff557023e2dd1b3ac0c3f58397430ddf9895a918dc9ac7e8243c7?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/26c5e26883bff557023e2dd1b3ac0c3f58397430ddf9895a918dc9ac7e8243c7?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"url":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?author=3"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/532","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=532"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/532\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/533"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=532"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=532"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=532"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=532"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}