{"id":65870,"date":"2026-07-08T10:51:49","date_gmt":"2026-07-08T10:51:49","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=65870"},"modified":"2026-07-08T10:51:49","modified_gmt":"2026-07-08T10:51:49","slug":"napak-tilas-rama-pramono-menjaga-warisan-ajaran-buddha-dalam-tembang-jawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=65870","title":{"rendered":"Napak Tilas Rama Pramono: Menjaga Warisan Ajaran Buddha dalam Tembang Jawa"},"content":{"rendered":"<p><strong>KABUPATEN SEMARANG<\/strong> \u2014 Sekitar 500 umat Buddha dari Kabupaten Semarang, Boyolali, Grobogan, Temanggung, dan sejumlah daerah lain mengikuti kegiatan napak tilas untuk mengenang jasa Rama Pramono, seorang tokoh yang dikenal sebagai pelestari ajaran Buddha melalui bahasa Jawa. Kegiatan yang berlangsung pada malam bulan Suro Hari Selasa (07\/07\/26), dipusatkan di kompleks makam pemakaman umum Jurug di wilayah Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Acara ini merupakan dengan berkolaborasi antara (Bimas) Buddha Kabupaten Semarang, umat agama Buddha Kabupaten Semarang, Boyolali, Grobogan, Temanggung, dan sejumlah daerah.<\/p>\n<p>Bagi para murid dan penerusnya, Rama Pramono bukan sekadar guru agama, melainkan sosok yang berhasil menjembatani nilai-nilai luhur ajaran Buddha dengan kekayaan budaya lokal. Melalui tembang macapat, gending Jawa, dan bahasa Jawa yang mudah dipahami masyarakat, ia menyampaikan ajaran-ajaran yang bersumber dari Kitab Suci Tripitaka (Tipitaka) serta paritta suci yang diterjemahkan dan disesuaikan dengan budaya masyarakat Jawa.<\/p>\n<p>Meski telah wafat, warisan pemikirannya tetap hidup. Hingga kini, ajaran tersebut masih dipraktikkan oleh komunitas umat Buddha di lereng Gunung Merbabu dan Merapi, wilayah Boyolali, Kabupaten Semarang, Grobogan, Temanggung, hingga daerah sekitarnya.<\/p>\n<p>Prosesi napak tilas diawali dengan kirab penghormatan yang membawa Bendera Merah Putih dan bendera Buddhis, disusul pembawa bunga, buah-buahan, air, dupa, lilin, serta berbagai sarana penghormatan lainnya. Seluruh rangkaian prosesi dilakukan dengan penuh kekhidmatan sebagai simbol penghormatan kepada guru yang telah berjasa.<\/p>\n<p>Dalam perspektif ajaran Buddha, penghormatan kepada mereka yang patut dihormati merupakan salah satu berkah utama (Mangala). Persembahan yang dibawa bukan dimaksudkan sebagai bentuk pemujaan terhadap benda, melainkan sebagai sarana berbuat kebajikan dan ungkapan rasa hormat. Setelah prosesi selesai, buah-buahan dan makanan dibagikan kembali kepada seluruh peserta sebagai simbol berbagi berkah dan kebersamaan.<\/p>\n<p>Di area makam, para peserta kemudian melantunkan tembang-tembang macapat seperti Mijil, Megatruh, Asmaradana, dan berbagai pupuh lainnya yang berisi syair-syair ajaran Buddha dalam bahasa Jawa. Dengan nilai-nilai kebajikan yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.<\/p>\n<p>Rama Pujiyanto, salah seorang tokoh budaya Buddha yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengatakan bahwa penghormatan tertinggi kepada seorang guru bukanlah sekadar mengenang jasanya, melainkan menjalankan ajaran yang telah diwariskannya.<\/p>\n<p>&#8220;Rama Pramono telah menunjukkan bahwa Dharma dapat disampaikan melalui budaya Jawa tanpa mengurangi makna ajaran Buddha. Selama ajaran itu masih dipelajari, dinyanyikan, dan diamalkan, maka beliau sesungguhnya tetap hadir di tengah para muridnya,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Ketua Paguyuban Mustika Jawi Mandala, Yayuk Sri Rahayu, S.Ag., menjelaskan bahwa generasi penerus memang banyak yang tidak sempat bertemu langsung dengan Rama Pramono. Namun, melalui karya dan ajarannya, mereka tetap dapat memahami Dharma dengan pendekatan budaya Jawa.<\/p>\n<p>&#8220;Melalui tembang dan bahasa Jawa, ajaran Buddha menjadi lebih dekat dengan masyarakat. Ini bukan hanya pelestarian budaya, tetapi juga cara mengenalkan kembali identitas kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan akar budayanya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ia berharap kegiatan napak tilas dan sarasehan dapat terus dilaksanakan sehingga berbagai ajaran yang selama ini hanya tersimpan dalam ingatan para sesepuh dapat kembali didokumentasikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Dusun Krajan II, Kecamatan Suruh, Jumroni, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, masyarakat merasa bangga karena desa mereka menjadi tempat peristirahatan terakhir seorang tokoh yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan ajaran Buddha berbasis budaya Jawa.<\/p>\n<p>&#8220;Kami berharap nilai-nilai perjuangan Rama Pramono dapat terus dilanjutkan oleh generasi penerus. Warisan beliau bukan hanya milik umat Buddha, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Napak tilas yang dilaksanakan menjadi ruang perjumpaan lintas generasi untuk merawat memori kolektif, memperkuat identitas budaya, sekaligus memastikan bahwa ajaran Buddha yang disampaikan melalui tembang, sastra, dan filosofi Jawa tetap hidup di tengah perubahan zaman.<\/p>\n<p>Di tengah derasnya arus modernisasi, warisan Rama Pramono menunjukkan bahwa agama dan budaya tidak harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan sebagai media pendidikan moral, pelestarian tradisi, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan yang terus relevan bagi kehidupan masyarakat Indonesia. (msa)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KABUPATEN SEMARANG \u2014 Sekitar 500 umat Buddha dari&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":65871,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[140],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-65870","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seni-budaya"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Napak Tilas Rama Pramono: Menjaga Warisan Ajaran Buddha dalam Tembang Jawa - Berita Global Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=65870\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Napak Tilas Rama Pramono: Menjaga Warisan Ajaran Buddha dalam Tembang Jawa - Berita Global Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"KABUPATEN SEMARANG \u2014 Sekitar 500 umat Buddha dari...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=65870\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Global Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-08T10:51:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260708_184623.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"499\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"224\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=65870#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=65870\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d34a52aefdba7a15bc64dc69a7414158\"},\"headline\":\"Napak Tilas Rama Pramono: Menjaga Warisan Ajaran Buddha dalam Tembang Jawa\",\"datePublished\":\"2026-07-08T10:51:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=65870\"},\"wordCount\":610,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=65870#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/IMG_20260708_184623.jpg\",\"articleSection\":[\"Seni Budaya\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=65870\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=65870\",\"name\":\"Napak Tilas Rama Pramono: Menjaga Warisan Ajaran Buddha dalam Tembang Jawa - Berita Global Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=65870#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=65870#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/IMG_20260708_184623.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-08T10:51:49+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=65870#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=65870\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=65870#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/IMG_20260708_184623.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/IMG_20260708_184623.jpg\",\"width\":499,\"height\":224},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?p=65870#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Napak Tilas Rama Pramono: Menjaga Warisan Ajaran Buddha dalam Tembang Jawa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/\",\"name\":\"Berita Global\",\"description\":\"Cepat Akurat Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"Berita Global\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/logo-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/logo-removebg-preview.png\",\"width\":990,\"height\":147,\"caption\":\"Berita Global\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d34a52aefdba7a15bc64dc69a7414158\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/26c5e26883bff557023e2dd1b3ac0c3f58397430ddf9895a918dc9ac7e8243c7?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/26c5e26883bff557023e2dd1b3ac0c3f58397430ddf9895a918dc9ac7e8243c7?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/26c5e26883bff557023e2dd1b3ac0c3f58397430ddf9895a918dc9ac7e8243c7?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaglobalindonesia.com\\\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Napak Tilas Rama Pramono: Menjaga Warisan Ajaran Buddha dalam Tembang Jawa - Berita Global Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=65870","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Napak Tilas Rama Pramono: Menjaga Warisan Ajaran Buddha dalam Tembang Jawa - Berita Global Indonesia","og_description":"KABUPATEN SEMARANG \u2014 Sekitar 500 umat Buddha dari...","og_url":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=65870","og_site_name":"Berita Global Indonesia","article_published_time":"2026-07-08T10:51:49+00:00","og_image":[{"width":499,"height":224,"url":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260708_184623.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=65870#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=65870"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/#\/schema\/person\/d34a52aefdba7a15bc64dc69a7414158"},"headline":"Napak Tilas Rama Pramono: Menjaga Warisan Ajaran Buddha dalam Tembang Jawa","datePublished":"2026-07-08T10:51:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=65870"},"wordCount":610,"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=65870#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260708_184623.jpg","articleSection":["Seni Budaya"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=65870","url":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=65870","name":"Napak Tilas Rama Pramono: Menjaga Warisan Ajaran Buddha dalam Tembang Jawa - Berita Global Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=65870#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=65870#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260708_184623.jpg","datePublished":"2026-07-08T10:51:49+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=65870#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=65870"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=65870#primaryimage","url":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260708_184623.jpg","contentUrl":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260708_184623.jpg","width":499,"height":224},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?p=65870#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Napak Tilas Rama Pramono: Menjaga Warisan Ajaran Buddha dalam Tembang Jawa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/","name":"Berita Global","description":"Cepat Akurat Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/#organization","name":"Berita Global","url":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/logo-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/logo-removebg-preview.png","width":990,"height":147,"caption":"Berita Global"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/#\/schema\/person\/d34a52aefdba7a15bc64dc69a7414158","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/26c5e26883bff557023e2dd1b3ac0c3f58397430ddf9895a918dc9ac7e8243c7?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/26c5e26883bff557023e2dd1b3ac0c3f58397430ddf9895a918dc9ac7e8243c7?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/26c5e26883bff557023e2dd1b3ac0c3f58397430ddf9895a918dc9ac7e8243c7?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"url":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/?author=3"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/65870","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=65870"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/65870\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65872,"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/65870\/revisions\/65872"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/65871"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=65870"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=65870"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=65870"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaglobalindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=65870"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}