BERAU – Dampak Rusaknya Lingkungan Akibat rusaknya hutan di berau. Kita dapat merasakannnya saat ini, Jumat 26/9/2025) yang dulu sejuk dan asri kini berubah menjadi panas dan gersang. Penyebab utamanya adalah aktivitas rusaknya kawasan hutan dan tidak adanya upaya rehabilitasi. Lubang-lubang bekas tambang ilegal mulai terlihat dan dibiarkan begitu saja tanpa ada keinginan untuk mengembalikan seperti kondisi asal.
Akibatnya, Kabupaten Berau, dalam beberapa bulan terakhir, panas kian menjadi , banjir mulai sering terjadi. Kerusakan ini bukan hanya mengancam kelestarian alam Berau tetapi juga dapat membahayakan kehidupan masyarakat sekitar. Tanpa tindakan tegas dan penyuluhan, kerusakan lingkungan akan terus berlanjut dan semakin parah.
Suhu terpanas di Berau yang tercatat adalah 36,4 derajat Celsius pada akhir Juli 2025, yang menjadikannya salah satu suhu tertinggi di Indonesia saat itu.
Pencapaian: Suhu maksimum di Berau mencapai 36,4°C pada 26–27 Juli 2025.
Hal ini terjadi karena matahari bersinar selama 11 jam dan adanya titik-titik panas yang tersebar. ( ***)



























