Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Seni

Mahasiswa Universitas Semarang ajak Generasi Muda Kenali Keroncong Lewat Kolaborasi Budaya di Kota Lama

×

Mahasiswa Universitas Semarang ajak Generasi Muda Kenali Keroncong Lewat Kolaborasi Budaya di Kota Lama

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEMARANG, – Sekelompok mahasiswa Universitas Semarang memanfaatkan sebuah kegiatan kolaboratif di halaman Gedung Oudetrap, Kota Lama Semarang,13 Juni 2026 untuk memperkenalkan musik keroncong kepada generasi muda. Program tersebut digelar bersama Kementerian Kebudayaan sebagai bagian dari tugas mata kuliah Komunikasi Budaya.

Muhamad Mutahar, salah satu mahasiswa yang terlibat, mengatakan kelompoknya memilih tema musik karena melihat keroncong sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah sekaligus potensi untuk terus berkembang.

“Musik keroncong merupakan hasil akulturasi budaya yang lahir dari pertemuan pengaruh Eropa, khususnya Belanda, dengan tradisi musik Nusantara,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan, Sabtu (13/6).

Dalam acara tersebut, pengunjung disuguhi penampilan berkonsep “keroncong ambyar”, yaitu aransemen lagu-lagu populer yang dibawakan dengan sentuhan khas musik keroncong. Menurut Mutahar, pendekatan itu diharapkan dapat membuat genre yang sering dianggap kuno menjadi lebih dekat dengan kalangan muda.

Ia mengakui bahwa keroncong kerap mendapat stigma sebagai musik generasi terdahulu. Namun, menurutnya, setiap genre memiliki karakter dan keunikan yang tidak dimiliki aliran musik lain.

Baca Juga :  PAUD dan TK Negeri Pembina Gelar Pentas Seni

“Bagi kami, keroncong punya warna suara yang khas. Bukan berarti ketinggalan zaman. Justru sekarang banyak musisi yang mampu mengaransemen lagu-lagu populer dengan nuansa keroncong sehingga tetap relevan,” katanya.

Mutahar berharap semakin banyak anak muda yang terbuka untuk mengenal dan menikmati keroncong. Ia menilai pelestarian budaya tidak selalu harus dilakukan dengan mempertahankan bentuk lama secara utuh, tetapi juga dapat melalui inovasi yang tetap menghormati akar tradisinya.

“Harapan saya, teman-teman generasi muda bisa lebih peduli dan memberi kesempatan untuk mengenal musik seperti keroncong. Musik ini menyenangkan dan memiliki identitas yang kuat, sehingga layak terus dilestarikan,” ujarnya.

Kegiatan di Kota Lama Semarang itu menjadi salah satu upaya mempertemukan dunia pendidikan, kebudayaan, dan kreativitas anak muda dalam menjaga keberlangsungan musik tradisional Indonesia di tengah dominasi genre-genre modern. Gagasan mengemas keroncong dengan pendekatan baru diharapkan dapat memperluas apresiasi masyarakat terhadap salah satu warisan musik Nusantara tersebut.(msa)

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!