BERAU – Nelayan pemukat di Kampung Kasai mengeluhkan seringnya alat tangkap mereka rusak akibat tersangkut rumpon yang kini jumlahnya semakin banyak. Kerusakan alat tangkap seperti pukat ini bukan hanya menguras waktu dan tenaga untuk perbaikan, tapi juga berdampak pada berkurangnya penghasilan para nelayan.
“Semenjak rumpon semakin banyak, pukat kami sobek atau rusak. Ini sangat mengganggu aktivitas melaut kami sehari-hari, apalagi ditambah risiko kecelakaan di laut,” ujar salah satu nelayan Kampung Kasai, Kamis (15/1/2026).
Keluhan serupa juga datang dari nelayan Kampung Semating. Mereka menyampaikan bahwa kerugian kerap dialami karena alat tangkap yang mudah rusak saat tersangkut rumpon. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terkait pemenuhan kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak-anak mereka.
“Kami hampir setiap kali pulang melaut mengalami kerugian. Rumpon yang banyak membuat hasil tangkapan kami semakin berkurang. Bagaimana anak-anak kami bisa sekolah jika penghasilan terus menurun? Kami butuh perhatian dari pemerintah,” keluh salah satu nelayan Kampung Semating.
Para nelayan berharap pemerintah Daerah , serta dinas terkait dapat mengambil langkah konkret untuk mengatur keberadaan rumpon agar tidak merugikan nelayan kecil. Mereka ingin memastikan agar profesi nelayan tetap berkelanjutan dan dapat memenuhi kebutuhan keluarga tanpa harus mengalami kerugian berulang.
Semoga aspirasi para nelayan ini menjadi perhatian Pemeritah Daerah setempat lebih serius mengani persoalan nelayan ini agar kelangsungan hidup mereka di laut tetap terjaga dan perekonomian masyarakat nelayan tetap membaik. (hmz)



























