Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Protes Lokasi Pabrik, Mahasiswa Kembali Demo PT Socfindo Kebun Lae Butar

×

Protes Lokasi Pabrik, Mahasiswa Kembali Demo PT Socfindo Kebun Lae Butar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ACEH SINGKIL — Sejumlah mahasiswa dan masyarakat mengadakan aksi demo ke PT. Socfindo Kebun Lae Butar, Rimo, kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, Senin, 8 September 2025.

Massa menilai keberadaan pabrik tersebut telah menabrak sejumlah aturan, termasuk Qanun Aceh Singkil, Nomor 2 Tahun 2013, tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Lokasi pabrik PT Socfindo berada di desa Rimo, yang jelas ditetapkan sebagai kawasan pemukiman perkotaan. Tidak dibenarkan ada industri berdiri di kawasan pemukiman,” tegas Koordinator Aksi, M. Yunus, dalam orasinya.

Baca Juga :  Kabupaten Pakpak Bharat upayakan Pembangunan Jalan Provinsi Batas dengan Kabupaten Humbang Hasundutan

Massa mendesak agar perusahaan segera merelokasi pabrik. Mereka juga meminta Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum (APH) mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan perkebunan ini.

Selain masalah tata ruang, demonstran juga menuding PT Socfindo melanggar aturan sempadan sungai.

“Mereka menanam pohon sawit hingga ke bibir sungai, padahal ada jarak yang diatur oleh regulasi,” tegas Syahrul Amri, selaku orator aksi.

Baca Juga :  Bupati Tolitoli H. Amran H. Yahya Marah Besar saat Ikuti Rapat Paripurna

Isu lainnya yang dipersoalkan massa, yakni terkait masa berlaku Hak Guna Usaha (HGU) PT Socfindo yang disebut sudah berakhir, namun perusahaan masih beroperasi.

Mereka kembali teriak, dan menyoroti tentang keterbukaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dinilai tidak jelas.

Baca Juga :  Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025: TNI Teguhkan Komitmen dan Kesetiaan kepada Ideologi Negara

Aksi berlangsung damai dengan orasi secara bergantian. Setelah beberapa jam, perwakilan manajemen PT Socfindo, Erik Obaza Barus, yang didampingi tekniker dan askep menemui massa.

Pihak perusahaan menegaskan selalu taat hukum dan menjalankan aturan dengan baik. Namun, pernyataan tersebut ditolak demonstran.

“Itu hanya omong kosong tanpa bukti. Beberapa hari ke depan kami akan kembali dengan massa lebih besar,” tegas Yunus.(Joni)

Example 300250
Example 120x600