Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
News

KST – Untad Kolaborasi Tadulako Neolitikum Voice  di Auditorium Untad

×

KST – Untad Kolaborasi Tadulako Neolitikum Voice  di Auditorium Untad

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PALU – Komunitas Seni Tadulako (KST) yang bernaung dibawah Yayasan Tadulakota (Yakota), berkolaborasi dengan Universitas Tadulako (Untad) menyajikan Gelar Karya Komunitas Seni Tadulako bertajuk Tadulako Neolitikum Voice di Auditorium Untad, 11 – 12 Agustus 2023.

Gelaran yang merupakan salah satu program Indonesiana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dirjen Kebudayaan ini akan menampilkan beberapa pertunjukkan diantaranya; Visual Art Ferforming, fotografi, painting exhibition, music and dance, documentary film and screening serta multimefia art peformance.

Direktur Eksekutif Yayasan Tadulakota, Hapri Ika Poigi menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya bersama dalam membangun ruang diskusi yang utuh terhadap teks-teks peradaban dan kebudayaan yang terkandung didalam khazanah keberagaman budaya di sulawesi tengah.

Baca Juga :  Kuasa Hukum PT Bumigas Energi Menuding Ada Pemufakatan Jahat di KPK Era Kepemimpinan Agus Rahardjo

“Melalui giat pengkaryaan yang kreatif dan inovatif, diharapkan mampu berperan dalam merespon berbagai isue serta fenomena yang terjadi ditengah masyarakat saat ini khususnya dalam memaknai sebuah perubahan kehidupan yang semakin dinamis,” kata Hapri.

Baca Juga :  Dr. H. Marzuki Hamid, MM Buka Kegiatan Pelatihan Protokoler, Jurnalistik, dan Master Ceremony untuk Pelajar SLTA dan Mahasiswa

Pendekatan berbasis riset dan observasi terhadap pengetahuan lokal dalam bentuk seni pertunjukkan multi disipliner, akan menjadi sajian paling menarik pada presentasi gelar karya kali ini.

Baca Juga :  Plt. Wali Kota Bekasi bersama Forkopimda hadiri rapat Paripurna DPRD Kota Bekasi Terkait Rotasi Perangkat AKD DPRD Periode 2022-2024

Konsep ini, kata Hapri, merupakan bagian dari upaya mendorong inventarisasi budaya yang nantinya akan berdampak pada terciptanya ekosistem kesenian yang berkelanjutan.

“Dalam rangka perlindungan, pengembangan, pemamfaatan serta pembinaan, dibutuhkan kerjasama yang erat dari seluruh pihak untuk pemajuan kebudayaan di sulawesi tengah yang berkelanjutan,” pungkas Hapri. (Joemain)

Example 300250
Example 120x600