Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Tri Adhianto Sikat Bekukan Worldcoin dan Word ID Pengumpulan Data Biometrik Warga Kota Bekasi

×

Tri Adhianto Sikat Bekukan Worldcoin dan Word ID Pengumpulan Data Biometrik Warga Kota Bekasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan dukungan penuh atas langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang membekukan sementara aktivitas Worldcoin dan World ID di Kota Bekasi. Keputusan ini diambil karena adanya kekhawatiran terkait pengumpulan data biometrik warga, khususnya pemindaian retina atau iris mata, Senin (05/05/25).

Worldcoin dan World ID juga mendapat sorotan di berbagai negara seperti Kenya, Prancis, Jerman, dan India, karena isu serupa soal keamanan data dan perlindungan privasi.

“Saya mendukung langkah Komdigi untuk menghentikan kegiatan Worldcoin di Bekasi. Kita harus berhati-hati, karena belum ada jaminan keamanan data yang jelas. Jangan sampai masyarakat dirugikan, harus ada mitigasi yang tepat,” ujar Tri.

Baca Juga :  Wali Kota Bekasi Resmikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di RW 02 Jatiwaringin

Tri mengungkapkan bahwa sejumlah warga Bekasi telah mengikuti pemindahan iris mata menggunakan alat khusus berbentuk bola (Orb), dan setelahnya diberi imbalan uang tunai antara Rp 300 ribu hingga Rp 800 ribu.

“Warga tertarik karena dijanjikan uang, padahal mereka tidak tahu data matanya akan digunakan untuk apa. Ini sangat berisiko,” tegas Wali Kota Bekasi.

Ia menambahkan, jika data biometrik ini disalahgunakan, dampaknya bisa sangat fatal. Warga bisa saja kehilangan akses terhadap layanan penting seperti perbankan dan penggunaan alat komunikasi.

Baca Juga :  Adelia Orang Nomor Satu di KNPI Kota Bekasi Agar Generasi Muda Menghasilkan Karya

Sebagai Walikota, dirinya merasa bertanggung jawab untuk melindungi warga dari potensi ancaman penyalahgunaan data pribadi, terutama jika belum ada kepastian hukum dari pihak penyelenggara.

“Kami akan terus pantau dan koordinasi dengan pemerintah pusat agar warga terhindar dari uji coba teknologi yang belum jelas manfaat dan keamanannya,” lanjut Tri Adhianto.

Beliau juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak sembarangan menyerahkan data pribadi, apalagi data sensitif seperti biometrik, kepada pihak yang belum jelas izinnya. (Fth/Adv/Uung)

Example 120x600
error: Content is protected !!