MEDAN – Sejumlah tempat usaha pijat beroperasi di kompleks Makro Bisnis Centre, jalan Gatot Subroto, Medan diduga jadi lokasi praktek Asusila sehingga warga kota Medan yang resah gelisah memohon kepada Walikota Medan Rico Waas untuk menindak tegas , untuk tidak menutup mata tentang hal ini.
Media dan organisasi pers menerima laporan warga yang resah akibat pengaruh diduga praktek Asusila ini.
Ketua DL Tobing SH mengatakan bahwa praktek Asusila di sejumlah SPA sudah menjadi rahasia umum,sebab SPA yang memiliki izin tersebut menyalahgunakan dan jadi tempat Asusila.hal tersebut sampaikan pada Jurnalis ini pada Jumat 10/10/2025.
” Kami minta kepada walikota Medan Rico Waas untuk melihat kondisi ini dan menindak tegas para pelaku usaha SPA berkedok pijat tapi melayani praktek Asusila, ini adalah hal yang serius,” jelas ketua PWDPI Sumut.
Para Gadis muda direkrut dari daerah lain ataupun dari luar Sumut untuk bekerja di kantor perusahaan namun terjebak dalam perjanjian kontrak dengan pihak Manajer.
Ucap seorang Sumber yang mengatakan telah ditawari oleh Receptioniist dengan menunjukkan Foto para terapis. “Disana setelah memilih tiga paket terapis dengan harga mulai dari , tiga ratus ribu hingga lima ratus ribu rupiah,” ujarnya.
Sementara para terapis mengatakan bahwa disana tidak ada BPJS Tenaga kerja dan gaji pokok adalah sebesar Satu juta lima ratus ribu rupiah. “kalau ada tamu seratus orang dalam sebulan maka mendapat tambahan Dua juta lima ratus ribu rupiah,” ungkapnya.
Sementara itu, seorang pengelola SPA Miles , Erick membantah adanya Praktek Asusila di SPA dan telah memberi BPJS kepada Karyawannya.
” Kenapa hanya Saya yang di konfirmasi,kan banyak pengusaha SPA di Kota Medan ini, supaya kesannya tidak tebang pilih,” ucap Erick.
PWDPI Sumut penuh berharap ke Pemko Medan agar turun tangan dan bertindak tegas agar praktek Asusila ini tidak meresahkan warga dan merusak citra Kota Medan. ( Eko)

























