BERAU – Jeritan nelayan di Kampung Kasai, Kabupaten Berau, kian memprihatinkan. Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kini tembus hingga Rp15.000 per liter membuat sebagian besar nelayan memilih untuk tidak melaut selama lebih dari satu pekan terakhir.
Keluhan ini disampaikan langsung oleh sejumlah nelayan setempat. Mereka mengaku bahwa kenaikan harga solar yang drastis tidak sebanding dengan hasil tangkapan ikan yang justru tidak mengalami kenaikan harga.
“Walaupun ada minyak, kami masih berpikir keras untuk ke laut. Kalau harga minyak sekarang, tidak seimbang dengan hasil yang kami dapatkan. Apalagi harga hasil laut tidak ada kenaikan, sementara biaya semakin besar,” ujar salah seorang nelayan kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).
Para nelayan juga menyoroti keanehan yang terjadi di lapangan. Mereka mengaku heran karena harga solar di pasaran melonjak tinggi, namun secara resmi tidak ada pengumuman kenaikan harga dari pihak terkait. Di tingkat eceran, harga solar bahkan disebut menembus angka Rp300.000 per jerigen.
“Anehnya, ini harga solar tidak ada kenaikan resmi, tapi di pasaran luar biasa harganya. Di harga eceran aja tembus Rp300.000 per jerigen,” keluh nelayan lainnya.
Akibatnya, banyak nelayan yang terpaksa menganggur dan tidak bisa mencari nafkah untuk keluarga. Mereka berharap pemerintah daerah dan pihak berwajib segera turun tangan memberikan solusi.
“Kami berharap pihak yang berwajib dan pemerintah setempat bisa memperhatikan dan memberi solusi. Karena ini menyangkut mata pencaharian kami sehari-hari,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Berau terkait keluhan para nelayan di Kampung Kasai. (hmz)


























