Example floating
Example floating
Berita

Dampak Kemarau 4 Bulan, Warga Cianjur Selatan Krisis Air Bersih; LSM LIRA Desak Pemkab Cianjur Segera Turun Tangan

×

Dampak Kemarau 4 Bulan, Warga Cianjur Selatan Krisis Air Bersih; LSM LIRA Desak Pemkab Cianjur Segera Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

CIANJUR SELATAN – Warga Kampung Sala Awi, RT 03 RW 03, Desa Sukaresmi, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengeluhkan krisis air bersih yang telah berlangsung selama empat bulan terakhir akibat kemarau berkepanjangan. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari warga untuk kebutuhan minum, memasak, mandi, dan keperluan domestik lainnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jawa Barat, Asep Komarudin, meminta atensi serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ia mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil kebijakan dan tindakan tepat guna mengatasi krisis air bersih di wilayah Cianjur Selatan.

“Saya mengharapkan pemerintah Cianjur untuk segera menyediakan air bersih, karena air bersih sangat berguna bagi warga yang terdampak krisis. Maka dari itu, saya meminta respon cepat dari pemerintah setempat agar memberikan perhatian lebih terhadap masyarakat sekitarnya, sehingga aktivitas bisa berjalan seperti biasanya tanpa adanya hambatan,” ujar Asep Komarudin.

Baca Juga :  Walikota Jakarta Barat Gelar FGD, Kajari Dukung Pemkot Tuntaskan Penyerahan Fasos-fasum

Asep juga mendorong agar tim terkait segera melakukan tinjauan langsung ke lokasi untuk membantu distribusi air bersih bagi warga Kampung Sala Awi dan wilayah sekitarnya di Cianjur Selatan.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Pemuda LIRA, Habibie, menyatakan rasa prihatinnya atas kondisi yang dialami warga. Menurutnya, krisis air bersih yang sudah berlangsung selama empat bulan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar dan menyangkut kehidupan sehari-hari masyarakat. Di tengah kemarau panjang, warga membutuhkan kehadiran nyata dari pemerintah dan pihak terkait, baik melalui dropping air bersih, penyediaan tandon, maupun solusi jangka panjang agar persoalan serupa tidak terus berulang,” ungkap Habibie.

Baca Juga :  Rest Area KM 52B Tol Jakarta-Cikampek Ditutup Sementara

Habibie menekankan bahwa negara dan seluruh pemangku kepentingan harus hadir saat rakyat mengalami kesulitan. Ia berharap keluhan warga segera mendapat respons cepat agar masyarakat tidak perlu menunggu lebih lama untuk mendapatkan kebutuhan paling mendasar tersebut.

“Semoga bantuan segera hadir dan kebutuhan warga Cianjur Selatan dapat terpenuhi. Jangan sampai masyarakat harus terus menderita akibat kelangkaan air bersih,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih mengandalkan sumber air seadanya sambil menunggu bantuan dan solusi konkret dari pemerintah daerah setempat. ((Fth/Uung)

Example 120x600
error: Content is protected !!