KOTA BEKASI – Payangan Mini Soccer U17 merupakan turnamen sepak bola mini yang digelar, Kampung Payangan RW 06 dan RW 07 Kelurahan Jatisari Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi acara ini mengusung tagar #ClashOfTheRisingStar yang bertujuan menampilkan bakat-bakat muda dari berbagai Rukun Warga (RW) sekitar dalam bidang sepak bola, Minggu (20/07/25).
Selain memperebutkan gelar juara, ajang ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara warga sekaligus menanamkan nilai sportifitas yang tinggi. turnamen diikuti oleh tujuh RW, yaitu RW 06 Jatisari, RW 07 Jatisari, RW 03 Jatisari RW 04 Jatisari RW 01 Jatisari RW 02 Jatisari dan RW 06 Jatiluhur masih dalam nuansa kekeluargaan para peserta bertanding, bukan hanya untuk meraih kemenangan tetapi juga sebagai bentuk kebersamaan dan pelestarian budaya lokal yang disematkan ke dalam konsep acara.
” Payangan Mini Soccer Clash Of The Rising Star, selain menjujung tinggi sportifitas dan silaturahmi antara warga juga menjadi wadah pengenalan budaya Jawa Barat, khusus budaya Sunda yang direpresentasikan melalui maskot bernama Pay,” ungkap Ikwan/Arifin Ketua RW 06
Payangan Mini Soccer Clash Of The Rising Star gelaran, pemuda mellenial yang kesetiap hariannya aktif dikegiatan masuarakat untuk mengenalkan ajang kebanggaan pemuda dari mulai usia satuan hingga puluhan.

” Kegiatan ini bisa menjadi sarana bagi para pemuda untuk terus mengasah kemampuan dalam bermain sepakbola dan menjadi modal awal untuk berprestasi di masa depan,” ujar Arifin Ketua RW 06 Jatisari.
Sementara di tempat terpisah selaku Ketua Karang Taruna (Katar) Rw 06. Angga menyampaikan, kegiatan Payangan Mini Soccer akan dapat terus bergulir setiap tahun karena menjadi wadah yang positif bagi para remaja dan dapat menumbuhkan minat dan bakat bagi peserta turnamen.
“Kedepan dapat Di Support Penuh dari instansi terkait terutama Kelurahan Jatisari karena ini wadah yang sangat positif bagi masyarakat Jatisari sendiri,” harap. Angga Ketua Ketar RW. 06 Jatisari Jati Asih Kota Bekasi
Selain turnamen Mini Soccer rangkaian acara juga menghadirkan prosesi penyambutan tradisional yang disebut Lengser dibawakan oleh para muda-mudi kampung payangan sebagai pembuka resmi turnamen hal ini menegaskan bahwa kegiatan bukan sekadar ajang olahraga tetapi juga momentum untuk melestarikan tradisi dan mempererat kebersamaan warga. (Fth/Wiwi/uung)



























