Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
News

Gempa, Rehabilitasi Kompleks Makam Sultan Makhdum Alaidin Malik Abdullah Syah, Ayah Putroe Nurul A’la

×

Gempa, Rehabilitasi Kompleks Makam Sultan Makhdum Alaidin Malik Abdullah Syah, Ayah Putroe Nurul A’la

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ACEH TIMUR – Gerakkan Masyarakat Peduli Makan (Gempa) bersama Unsur kelembagaan dari RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia), Peutrang (Pejuang Tingkat Rendah) dan BMU (Barusan Muda Umat) ikut ambil andil melaksanakan rehabilitasi makan Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdullah Johan Berdaulat (1078 – 1109 M), yang sudah lama tidak terurus. Selasa (29/03/2022). Bertepat Di Desa Paya Meuligo. Kecamatan Peureulak Kabupaten Aceh Timur

Abdullah ketua GEMPA Aceh sebagai penggagas dengan segap mengkoordinir kegiatan rehabilitasi pada makam ini bersama kawan-kawan dari RAPI, PEUTRANG dan BMU.

“Kemuliaan Islam diAceh khususnya dan Asia Tenggara padum umumnya yang kita rasakan saat ini merupakan hasil perjuangan para kesultanan-kesultanan tersebut. Sudah seharusnya kita peduli dan merawatnya”. Tegas Abdullah dilokasi makam Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdullah berdaulat.

Baca Juga :  Menteri Pertanian Apresiasi Program Perlindungan Petani Pemkab Bantaeng

Dilokasi yang sama, koodinator RAPI Aceh Timur, Syukriadi yang sering disapa Gambit oleh masyarakat Aceh Timur mengatakan kekesalan kepada piha pemerintah Aceh, baik itu Pemkab Aceh Timur maupun Provinsi Aceh, terindikasi tidak ambil peduli terhadap perhatian dalam perawatan makam para pejuang agama Allah ini.

Baca Juga :  H. Mustofa, S.Sos Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi Minta Pemkot untuk Adakan Test Urine Para Pegawai

“Isu yang sering terdengar, makam kesultanan di desa Paya Meuligo kecamatan Peureulak, Aceh Timur itu tidak bisa dianggarkan dengan dana APBK ataupun APBA jika asetnya tidak diambil alih langsung oleh daerah. Itu alasan yang konyol dan tak masuk akal. Jika secara transparan dan musyawarah dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat tentu semua hal itu tentu bisa terlaksana. Sebagai tuntutan undang-undang.” Terang Gambit.

Lanjutnya, walau begitu, upaya menjadikan taman makan Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdullah sebagai objek wisata tetap terlaksana dari donasi dukungan berbagai pihak. Selain itu, ia berharap semua komponen yang merasa dirinya sebagai muslim pada umumnya muslim Asia Tenggara, muliakanlah makam para alim ulama yang telah membawa kita semua menjadi makhluk yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Baca Juga :  Hingga 15 Februari 2022, 182 Orang di Bangka Tengah Meninggal Dunia Akibat Covid-19

“Kiranya sudah menjadi tanggungjawab bersama untuk memelihara makam ini sebagai bentuk penghargaan atas jasa yang mulia berdaulat,” ucapnya dengan meneteskan air mata. (Hs)

Example 300250
Example 120x600