Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Jatim

×

Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Jatim

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TULUNGAGUNG – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan program rehabilitasi dan revitalisasi 45 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta yang tersebar di tiga wilayah, yakni Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. Acara peresmian dipusatkan di SMKN 1 Tulungagung pada Kamis (14/5/2026).

Sebanyak 45 lembaga pendidikan tersebut mendapatkan suntikan anggaran total sebesar Rp46,9 miliar. Rinciannya, Kabupaten Tulungagung menerima alokasi Rp23,2 miliar untuk 20 sekolah, Kabupaten Trenggalek mendapatkan Rp8,5 miliar untuk 11 sekolah, dan Kabupaten Pacitan memperoleh Rp15,1 miliar untuk 13 sekolah.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa langkah ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah provinsi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan mentransformasi sarana belajar bagi generasi muda di Jawa Timur.

Baca Juga :  Pemko Langsa Lepas Pawai Alegoris Ragam Adat Budaya dan Kreasi di HUT ke-80 RI

“Perhatian kita terhadap dunia pendidikan tidak setengah-setengah. Anak-anak Jawa Timur harus belajar di ruang yang aman, sehat, dan memuliakan martabat mereka sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Cakupan rehabilitasi untuk jenjang SMA meliputi ruang kelas, toilet, ruang administrasi, laboratorium biologi, pembangunan ruang kelas baru, dan perpustakaan. Untuk SMK, revitalisasi mencakup ruang praktik siswa, ruang kelas baru, UKS, toilet, ruang komputer, ruang BK, ruang OSIS, dan laboratorium IPA. Sementara untuk SLB, meliputi rehabilitasi ruang kelas, ruang keterampilan, toilet, perpustakaan, ruang baru, dan tempat ibadah.

Menurut Khofifah, revitalisasi sekolah bukan sekadar seremoni peresmian sarana dan prasarana, melainkan penegasan komitmen bersama bahwa pendidikan adalah prioritas utama dalam membangun SDM Jawa Timur yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Baca Juga :  Untuk Generasi Muda Aceh Singkil: KTP Anak Kini Bisa Diurus, Pastikan Anak Anda Terdaftar

“Revitalisasi sekolah bukan sekadar mengecat dinding yang kusam atau mengganti fasilitas yang rusak. Lebih dari itu, revitalisasi adalah ikhtiar menghadirkan harapan baru bagi anak-anak Jawa Timur,” tegasnya.

Gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini juga berharap pendidikan menjadi solusi utama untuk memutus rantai kemiskinan dan membangun peradaban bangsa.

“Setiap rupiah yang kita keluarkan untuk pendidikan sejatinya bukanlah biaya belanja, melainkan investasi terbaik bagi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Aries Agung Paewai, menambahkan bahwa revitalisasi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

“Bukan sekadar memperbaiki fisik, melainkan membangun ekosistem pendidikan berkualitas. Setiap tahun harus tersentuh dan ditingkatkan sarana prasarananya agar siswa semangat belajar serta tumbuh karakter produktif,” jelasnya.

Baca Juga :  Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025: TNI Teguhkan Komitmen dan Kesetiaan kepada Ideologi Negara

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyambut baik sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pendidikan yang berdaya saing.

“Kita perkuat kolaborasi untuk mencapai pendidikan advokasi yang mampu mendukung pembangunan daerah secara keseluruhan,” tutupnya.

Acara peresmian juga diisi dengan penandatanganan prasasti untuk SMA, SMK, dan SLB negeri serta swasta di tiga kabupaten. Selanjutnya, Gubernur Khofifah didampingi Plt Bupati Tulungagung dan Kepala Dinas Pendidikan Jatim menyerahkan bantuan biaya pendidikan kepada 30 siswa SMA/SMK dari Kabupaten Trenggalek, Pacitan, dan Tulungagung. (fl)

Example 300250
Example 120x600