Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
News

Jaksa Agung Koordinasi dengan KSAL Terkait Penegakan Hukum di Wilayah Laut

×

Jaksa Agung Koordinasi dengan KSAL Terkait Penegakan Hukum di Wilayah Laut

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali beserta rombongan menyambangi kantor Kejaksaan Agung. Rombongan KSAL diterima Jaksa Agung ST Burhanuddin. Dalam pertemuan sekaligus koordinasi ini, membahas tentang penegakan hukum di wilayah laut, pada Selasa (17/10/2023).

Dalam pertemuan tersebut, menurut KSAL luas wilayah teritorial laut Indonesia adalah 2/3 dari luas daratan Indonesia. Oleh karena itu, kejahatan di laut dengan berbagai modus operandinya jauh lebih banyak dibandingkan di darat. Terkait hal ini, KSAL menginisiasi agar perlu dilakukan koordinasi antar penegak hukum.

“Indonesia memiliki kekayaan laut yang potensial, sehingga berpotensi dilirik oleh negara lain. Hal itu dapat berdampak pada kejahatan transnasional seperti pelanggaran wilayah teritorial, illegal fishing, illegal mining, trafficking, penyelundupan narkotika hingga terorisme. Mengingat ada 12 instansi penyidik yang berkepentingan di wilayah laut, semua penyidikan tindak pidana laut perlu dikoordinasikan antar pihak dengan baik,” ujar KSAL.

Baca Juga :  Honda Babel Sukses Curi Perhatian Pengunjung AT Family Day

Terkait hal itu, Jaksa Agung menyambut baik kedatangan KSAL beserta jajaran TNI AL karena kunjungan tersebut tidak saja bermakna silaturahmi, tetapi juga mempererat kolaborasi penegakan hukum di wilayah laut.

Selain itu, Jaksa Agung juga menyampaikan bahwa keberadaan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (JAM PIDMIL) berperan dalam koordinasi perkara-perkara koneksitas. Untuk itu, JAM PIDMIL dapat membantu penyidik TNI AL dalam rangka koordinasi dan sinergi penegakan hukum secara komprehensif.

Baca Juga :  SDN Ngagel Rejo III Gelar Berbagai Kegiatan Sambut Hari Sumpah Pemuda

Dengan perkembangan teknologi informasi dalam kejahatan lintas negara di wilayah laut, Jaksa Agung menyampaikan bahwa diperlukan adanya penguatan sarana/prasarana, koordinasi integral antar penyidik secara intensif dan efektif sehingga penegakan hukumnya tidak tumpang tindih.

“Saya berharap ke depannya perlu dilakukan pendidikan dan pelatihan bersama untuk membangun mindset/presepsi yang sama antar penegak hukum. Pendidikan dan pelatihan tersebut merupakan bagian dari pertukaran informasi dan sharing knowledge,” ujar Jaksa Agung.

Baca Juga :  Pasukan Khusus TNI Harus Kompeten dan Kolaboratif

Pertemuan koordinasi antara Kejaksaan RI dengan TNI AL dihadiri oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah, Jaksa Agung Muda Pidana Militer Mayjen TNI Wahyoedho Indrajit, Plt. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Asri Agung Putra dan Kepala Pusat Penerangan Hukum Ketut Sumedana. Sedangkan jajaran dari TNI AL dihadiri oleh Asisten Personel KSAL Laksda TNI P. Rahmad Wahyudi, Asisten Operasi Laksda TNI Denih Hendrata dan Kepala Dinas Hukum TNI AL Laksma TNI Leonard Marpaung. (Amris)

Example 300250
Example 120x600