Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
News

Masyarakat Peureulak Gela Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim di Makam Sultan

×

Masyarakat Peureulak Gela Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim di Makam Sultan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PEUREULAK – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1446 Hijriah/2024 Masehi, Pemerintah Kecamatan Peureulak mengelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim, bertempat di komplek makam Sultan Alaidin Said Maulana Abdul Azis Syah, yang merupakan pendiri Kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara, terletak di Gampong Bandrong, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, Minggu (7/7/2024).

Kegiatan ini meliputi samadiyah, penyantunan anak yatim, dan pemaparan biografi Sultan serta tausiah.

Samadiyah merupakan pembacaan Al-Quran Surat Al-Ikhlas, tahlil, dan doa untuk Sultan dan isterinya, yang dipimpin oleh Waled Thahir (Wakil Ketua MPU) Aceh Timur, Sedangkan biografi sultan dipaparkan oleh Ketua Forum Peduli Situs Kerajaan Islam Peureulak (FPSKIP) Syarifuddin S. Malem, S.Pd.I., M.Pd.

Terakhir, tausiah disampaikan oleh Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab atau yang akrab disapa Tusof.

Baca Juga :  Tim Sepakbola Santri As'adiyah Dapoko, wakili wilayah dua dalam seleksi Turnamen Piala Kasad Liga Santri

Camat Peureulak, Nasri SE., MSM mengatakan setiap tahun acara doa bersama menyambut 1 Muharram selalu diadakan di kompleks makam tersebut.

“Salah satu makam yang terdapat di komplek ini diyakini sebagai makam Sultan Alaiddin Sayyid Maulana Abdul Aziz Syah,” ujar Nasri.

Lanjutnya, Sultan Abdul Aziz Syah adalah sultan pertama Kerajaan Islam Peureulak yang diproklamirkan pada 1 Muharram 225 H/840 M.

” Menyambut tahun baru Islam di lokasi makam menjadi lebih bermakna karena sekaligus memperingati hari lahirnya Kerajaan Islam Peureulak,” ungkap Camat Nasri.

Sementara itu, Syarifuddin S. Malem yang didaulat memaparkan biografi Sultan, dalam uraiannya menjelaskan terdapat tiga alasan mengapa perayaan Tahun Baru Islam di komplek makam ini begitu istimewa.

Baca Juga :  Puskesmas Bagikan Alat Antropometri untuk Empat Gampong di Kecamatan Darul Aman

“Pertama, Abdul Aziz Syah adalah sultan kerajaan Islam Peureulak yang pertama dan dilantik pada 1 Muharram 225 H/840 M.

“Kedua, dalam tubuh Sultan mengalir darah 3 bangsa besar, yaitu Arab, Persia, dan Aceh, dan Ketiga, almarhum adalah zurriyat Nabi Muhammad SAW melalui garis Sayyidina Husein bin Ali bin Abi Thalib,” papar mantan guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) itu.

Masih menurut Syarifuddin S. Malem, ayah Sultan Abdul Aziz Syah bernama Ali Al-Muktabar yang datang untuk mengembangkan ajaran Islam kepada raja dan rakyat Peureulak, kemudian menikah dengan putri bangsawan di sana.

Baca Juga :  Sisten One Way Pintu Tol Bekasi Barat dan Timur Ditutup

“Ali Al-Muktabar menikah dengan Putri Mahdun Tansyuri, adik Maharaja Peureulak Syahir Nuwi. Dari pernikahan tersebut lahir seorang putra yang diberi nama Abdul Aziz, dimana setelah dewasa dinobatkan menjadi Sultan dan Kerajaan Peureulak berubah sistem pemerintahan menjadi Kerajaan Islam,” imbuhnya.

“Kisah kepemimpinan Sultan Alaiddin Sayyid Maulana Abdul Aziz Syah mengingatkan kita pentingnya hijrah menuju pribadi yang lebih taqwa. Beratnya perjuangan kita pada masa sekarang belum seberapa dibanding perjuangan para pendahulu kita,” pungkas Syarifuddin S. Malem.

Pantauan media ini, pengunjung tidak hanya berasal dari Peureulak dan sekitarnya namun tampak juga ada yang datang dari luar daerah seperti Langsa, Lhok Nibong, Aceh Utara dan Banda Aceh. (HASAN BASRI MsAKEN).

Example 300250
Example 120x600