KOTA BEKASI – Progres, pelaksanaan pengadaan barang dan jasa (PBJ) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi hingga pertengahan Juli 2025 dinilai masih rendah hal itu disampaikan Plt Kepala Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Kota Bekasi, Anjar Budiono, S.T., M.M., saat ditemui wartawan di Plaza Patriot, Senin (21/07/25).
Menurut Anjar, dari total aktifitas yang masuk ke bagian PBJ, belum seluruhnya memasuki tahap pelaksanaan bahwa sejumlah kegiatan masih berada di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sementara sebagian lainnya masih dalam proses atau sudah selesai.
“Semuanya kan berproses, ada yang sudah selesai, ada yang belum pelaksanaan dan ada juga yang masih di OPD masing-masing. Pokoknya, semua berkas yang masuk kita adakan dan laksanakan,” ujar Anjar.
Namun, ia mengakui bahwa secara keseluruhan capaian PBJ saat ini masih di bawah angka 50 persen.
“Kalau secara keseluruhan masih rendah, masih di bawah 50 persen,” ungkapnya.
Meskipun dalam waktu pelaksanaan anggaran tahun ini masih tersisa, Anjar menekankan pentingnya percepatan dari seluruh OPD. Pihaknya juga telah menyampaikan edaran kepada seluruh perangkat daerah supaya segera menyelesaikan proses administrasi dan teknis pengadaan.
“Memang masih ada waktu, cuma kita perlu percepatan kita sudah memberikan edaran juga ke OPD masing-masing untuk percepatan,” jelasnya.
Saat ditanya soal rincian progres masing-masing OPD, Anjar mengaku belum menghafal secara detail.
“Saya tidak hafal untuk detailnya satu-satu. Tapi secara keseluruhan sudah berproses dan berkomunikasi,” tambahnya.
Biarpun demikian bahwa saat ini sudah memasuki bulan Juli, yang berarti sudah masuk triwulan ketiga dan semester kedua tahun anggaran 2025 oleh karena itu, percepatan proses di tiap OPD dinilai krusial agar pelaksanaan program bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Karena mengingat waktu sudah bulan Juli, masuk tri bulan ke tiga dan semester ke dua. Agar ada percepatan dari semua OPD, untuk secepatnya proses. Masyarakat menunggu, terkait kegiatan di wilayah masing-masing,” pungkas Anjar.
Pemerintah Kota Bekasi diharapkan dapat mendorong OPD untuk menuntaskan proses pengadaan tepat waktu, guna menghindari penumpukan kegiatan pada akhir tahun anggaran. (Fth/Wiwi/Uung)



























