Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Hukum

Kasus Korupsi PDNS, Kejari Jakarta Pusat Kembali Periksa Johnny G Plate

×

Kasus Korupsi PDNS, Kejari Jakarta Pusat Kembali Periksa Johnny G Plate

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat kembali memeriksa mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate, dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan barang dan jasa Pusat Data Nasional (PDNS) untuk periode 2020–2024.

Pemeriksaan terhadap Johnny telah dilakukan sebanyak dua kali, dengan yang terbaru berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Saat ini, Johnny tengah menjalani hukuman pidana terkait kasus korupsi proyek Base Transceiver Station (BTS) BAKTI Kominfo.

“Kita sudah periksa, sudah pemeriksaan kedua malahan, lanjutan. Di Sukamiskin,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jakarta Pusat, Ruri Febrianto, kepada wartawan, Senin (21/7/2025).

Baca Juga :  Gubernur Sulteng Hadiri Pemusnahan 40 Kg Sabu, Tegaskan Perang Total terhadap Narkoba

Menurut Ruri, pemeriksaan dilakukan oleh tim penyidik Kejari Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Salah satu fokus pemeriksaan adalah surat edaran (SE) yang dikeluarkan Johnny saat masih menjabat sebagai Menkominfo, yang diduga berkaitan dengan pengadaan proyek PDNS.

Baca Juga :  Kejari Jakpus Tetapkan 2 Tersangka Kasus Trading Gula. Penasehat Hukum: PT KPBN Korban Pihak Swasta

“Kita menanyakan hasil surat edaran yang dikeluarkan dia,” ungkapnya.

Surat edaran tersebut diduga memiliki peran penting dalam proses pengadaan proyek PDNS yang kini tengah diselidiki aparat penegak hukum. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari pendalaman dugaan keterlibatan Johnny dalam proyek yang diduga merugikan keuangan negara tersebut.

Baca Juga :  Kejati Sumsel Tahan Tersangka ZT dan EM Terkait Dugaan Korupsi Penjualan Aset Yayasan Batanghari Sembilan

Hingga kini, Kejari Jakarta Pusat belum mengungkapkan secara rinci isi dari surat edaran tersebut maupun potensi tindak pidana yang mungkin timbul darinya. Proses penyelidikan masih berlangsung dan akan terus dikembangkan berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi terkait. (Amri)

Example 300250
Example 120x600