Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
News

Sapta Darma Adakan Pagelaran Wayang Kulit dalam Rangka HUT ke -77 RI dan Bulan Sura

×

Sapta Darma Adakan Pagelaran Wayang Kulit dalam Rangka HUT ke -77 RI dan Bulan Sura

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA – Dalam rangka memperingati HUT RI ke-77 dan Bulan Sura, Penghayat Sapta Darma mengadakan kegiatan pagelaran wayang di Sanggar Candi Busono

Dian Jennie Cahyawati S.Sos ketua panitia mengatakan dalam rangka Pahargian Sura 1956 Saka Jawa sekaligus memperingati Perayaan Hari Kemerdekaan RI yang ke-77, kalau dilihat dari kalender Jawa juga bersamaan pada Bulan Sura dan kegiatan ini penutupan penanggalan Sura. Seluruh penghayat kepercayaan khususnya kepercayaan Sapta Darma selalu melaksanakan peringatan Sura itu setiap tahun dan karena kemarin pandemi covid, jadi absen untuk tidak melakukan kumpul bersama.

“Pada tahun ini terasa spesial karena Bulan Sura bertepatan dengan HUT RI serta pandemi mulai mereda sehingga bisa mengadakan kegiatan di luar ruangan atau kumpul bersama,” kata Dian.

Baca Juga :  TSPP Peringati HUT RI ke-78 denganTema Prahara Jelang Proklamasi

Semar Babar Wahyu Katentreman itu sengaja  diambil karena melihat situasi di mana pandemi covid yang kemarin melanda dan itu juga membuat masyarakat  terdampak secara ekonomi maupun yang lainnya. Semoga di tahun 1956 Saka Jawa ini akan mendapatkan anugerah dan perlindungan dari Yang Maha Kuasa untuk semua masyarakat dan bangsa. Menurutnya, kita diingatkan bahwa ketentraman itu adalah modal dasar bagi pembangunan sebuah bangsa. Bagaimana semuanya bisa menjaga persatuan dan kerukunan untuk bisa hidup tentram dan damai.

“Tema Semar Babar Wahyu Katentreman kita tampilkan di pagelaran wayang karena adanya pandemi covid yang melanda sehingga banyak masyarakat yang terdampak, Semoga kita mendapatkan anugerah, ketentraman dan perlindungan dari Yang Maha Kuasa,” tambah Jennie.

Baca Juga :  Puspen TNI Gelar Rakornispen TNI Tahun 2024: “Soliditas Jajaran Penerangan TNI Siap Mewujudkan TNI Prima Menuju Indonesia Maju”

Naen Soeryono SH. MH. Penasehat
Penghayat Sapta Darma menerangkan  peringati Bulan Sura dan HUT RI ke 77 dengan cara gebyar wayang kulit, karena wayang merupakan budaya leluhur, yang merupakan tuntunan spiritual, tuntunan rohani dan tidak terpisahkan dengan jati diri bangsa Indonesia atau Nusantara.

“Peringatan Bulan Sura dan HUT RI dengan mengelar wayang kulit karena memiliki budaya yang luhur dan tuntunan spiritual,” terang Naen.

“Generasi muda maupun yang akan datang harus mampu mempertahankan budaya Nusantara yang Adi Luhur secara moril dalam berkehidupan bermasyarakat,” tambah Soeryono.

Soeryono menekankan generasi muda ingat dan harus mempertahankan budaya leluhur Nusantara. Karena leluhur bangsa Indonesia itu sangat luar biasa budayanya, nilai-nilai etika, moral, spiritualnya sangat mempunyai makna yang hakiki tentang hakikat ketuhanan, maka untuk generasi muda jangan pernah lupakan budaya leluhur bangsa ini walau ada gempuran budaya dari Timur atau Barat. “Kita menyadari bahwa budaya global itu tidak akan bisa dielakkan tetapi kita sebagai warga negara yang mempunyai budaya bangsa yang luar biasa sebagai jati diri bangsa. Hal ini tentu budaya kita harus tetap dilestarikan karena nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya. Jadi budaya Nusantara ini merupakan fondasi mental spiritual dan jati diri bangsa Indonesia,” tukasnya .(msa)

Example 300250
Example 120x600