PANGKALPINANG — Pencegahan Penularan HIV/AIDS bagi Warga Binaan terus diupayakan sebagai langkah Deteksi Dini terjadinya penularan di lingkungan Lapas Pangkalpinang.
Hal ini diimplementasikan dengan pemeriksaan kesehatan dan Mobile VCT yang diikuti 40 Warga Binaan Lapas Pangkalpinang di Klinik Pratama Lapas ini, Selasa (24/10/2023).
Kegiatan yang dibantu dokter Lapas Pangkalpinang, dr. Nanda Farah Dinna, petugas kesehatan dan kader kesehatan yang berasal dari Warga Binaan Lapas ini bekerjasama dengan Puskesmas Gerunggang Kota Pangkalpinang.
Selain itu, acara ini dihadiri oleh Kepala Subbidang Bimbingan dan Pengentasan Anak Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Babel, Rita Ribawati
Sebelum kegiatan dimulai, Kepala Lapas Pangkalpinang, Badarudin memberikan penguatan.
Kalapas juga berpesan agar Warga Binaan yang ikut dalam kegiatan ini dapat menerapkan informasi yang diperoleh menjadi deteksi dini agar terhindar dari HIV/AIDS.
Sedangkan, Kasi Pembinaan Narapidana/Anak Didik Adam Ridwansyah, membuka secara langsung kegiatan tersebut.
Pada kesempatan ini, Dokter Puskesmas Gerunggang, dr. Jennifer, menjadi pengisi materi kegiatan.
Dalam materinya, dr. Jennifer memaparkan bahwa cara penularan HIV pada umumnya terjadi dari kontak seksual, kontak darah yang berasal dari transfusi, penggunaan jarum suntik berulang, akupuntur, tindik, dan tato, serta dari Ibu dan anak melalui proses persalinan dalam pemberian ASI.
“Siapa saja yang rawan tertular HIV/AIDS, diantaranya remaja risiko tinggi, pengguna Narkoba, dan pelanggan pekerja seks,” ulasnya.
Lebih lanjut dr. Jennifer menjabarkan, main komputer, menggunakan handphone, duduk bersama, makan bersama, berjabat tangan, dan kontak sosial tidak akan menularkan HIV.
“Masalah HIV/AIDS bukan hanya masalah Dinas Kesehatan, bukan hanya masalah pemerintah, tetapi masalah kita semua,” pungkasnya. (bai)



























