Example floating
Example floating
News

Gandeng Kepolisian dan BNN, Lapas Narkotika Pangkalpinang Buru Narapidana yang Kabur

×

Gandeng Kepolisian dan BNN, Lapas Narkotika Pangkalpinang Buru Narapidana yang Kabur

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PANGKALPINANG – Aparat Penegak Hukum (APH) bertindak cepat memburu Ruslim, Narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang melarikan diri pada Minggu (13/02) lalu.

Pasca pelarian, tim gabungan yang terdiri dari Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Kepolisian Daerah Bangka Belitung (Polda Babel), Kepolisian Resor (Polres) Pangkalpinang, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Babel, dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pangkalpinang segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menggelar apel siaga.

Ruslim merupakan Narapidana yang dijatuhi pidana 7 tahun subsider 6 bulan denda Rp. 800.000.000 baru menjalani sekitar satu setengah tahun masa pidana.

Warga Lampung Tengah itu kabur dari lapas dengan cara memanjat tembok lapas sekitar pukul 16.00 WIB di tengah kondisi hujan dan angin kencang.

Baca Juga :  Ketua MA Lantik 6 Ketua PT, Tegaskan Bahwa Jabatan Adalah Ladang Pengabdian Kepada Nusa dan Bangsa

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Hardono mengatakan, timgab yang dibentuk terus memburu keberadaan Muslim.

Mereka meyakini, pelarian Muslim belum terlalu jauh, mengingat yang bersangkutan tidak mengantongi alat komunikasi dan tidak memiliki cukup uang.

“Kemungkinan besar masih di sekitar sini (Pangkalpinang-red) karena dia tidak bawa hp dan uang, pastinya langkahnya terbatas, kecuali ada yang membantu,” kata Kalapas saat menghubungi Global-Satu.com, Selasa (15/2/2022).

Menurut Sugeng, pasca kaburnya narapidana ini, pihaknya meningkatkan, mempertebal dan memperkuat pengawasan dan pengamanan di Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang.

Patroli rutin yang seharusnya dilakukan empat kali dalam sehari, kini ditingkatkan menjadi enam hingga delapan kali.

Ia pun menuturkan, kaburnya narapidana ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pihak Lapas.

Baca Juga :  Sebanyak 26 Surat Perintah Plt Kepala SD Negeri Diserahkan

Meski Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan di lapas sudah dinilai cukup mumpuni, nyatanya masih ada celah bagi narapidana untuk melarikan diri.

Untuk itu, Kalapas mengimbau masyarakat segera melapor kepada pihak kepolisian atau Lapas dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) terdekat, jika melihat orang yang mirip dengan ciri-ciri Muslim, sebagaimana telah dirilis pihak kepolisian.

Dia pun mengingatkan agar tidak ada masyarakat yang melakukan tindakan menentang hukum dengan membantu pelarian narapidana yang tengah diburu.

“Yang jelas, kita mengambil hikmah, mungkin selama ini kita merasa tembok setinggi 7 meter itu tidak bisa dilewati, ternyata bisa. Artinya ke depan apa? Kita harus meningkatkan kewaspadaan,” tandasnya. (Bmg)

Example 120x600
error: Content is protected !!