SIDOARJO – Dekesda Art Center di Jalan Erlangga No. 67 Sidoarjo. Workshop Manajemen Pertunjukan Seni & Budaya Hadirkan Ide Segar untuk Pelaku Seni Sidoarjo. Kegiatan ini didanai oleh BIMA Kemendiktisaintek dan menunjuk timpelakasan pengabdian masyarakat beberapa dosen Umsida (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo) dan Unhasy Tebu Ireng Jombang pada Senin (25/8/2025).
Acara yang berlangsung pukul 13.00–16.00 WIB ini menghadirkan narasumber Sandi Tramiaji Junior, S.Pd., M.Pd., seorang pegiat seni sekaligus akademisi yang saat ini sedang menempuh doktoral bidang seni di Universitas Negeri Surabaya. Dihadiri para pelaku seni Sidoarjo dari pelaku tari, pelaku teater, tradisi, musik, juga para penulis sastra.
Sandi menekankan, karya seni boleh idealis, tetapi pengelolaannya harus realistis dan terarah. “Ide seniman tidak boleh berhenti di imajinasi. Perlu ada manajemen yang kuat, riset penonton, hingga promosi digital yang menarik,” jelasnya.
Peserta diajak membahas berbagai tantangan yang dihadapi dunia seni, mulai dari sulitnya menjangkau pasar, minimnya kesadaran generasi muda terhadap budaya, hingga persoalan manajemen seperti pendanaan, promosi yang kurang maksimal, dan pembagian tugas yang sering tidak jelas.
Diskusi berjalan interaktif dan semakin menarik ketika menyinggung studi kasus Festival Seni Bandeng Asap Dekesda. Menurut Sandi, festival tersebut masih terkendala manajemen karena SDM belum siap. Ia juga mengingatkan agar konsep “gratis” digunakan dengan hati-hati, karena bisa membuat kesenian justru kehilangan nilai.
Pada pengujung workshop Sandi memberi saran “Event seni tidak terlalu banyak, melainkan lebih fokus, rapi, dan memukau. Kerjasama lintas pihak, promosi digital, serta manajemen produksi yang jelas menjadi kunci agar seni pertunjukan di Sidoarjo bisa terus berkembang sekaligus bernilai ekonomi”.
Dr. Vidya Mandarani ketua pengabdian masyarakat mengatakan, dengan adanya Workshop ini diharap bisa memberi angin segar bagi para pelaku seni untuk tetap kreatif tanpa meninggalkan akar budaya. “Harapannya, seni pertunjukan di Sidoarjo bisa makin dikenal, dicintai, dan membanggakan daerah,” ujarnya.. (msa)



























