Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Seni Budaya

Singgasana Kahuripan di Fortama Umsida

×

Singgasana Kahuripan di Fortama Umsida

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SIDOARJO – “Di bumi Sidoarjo ini pernah berdiri megah Kerajaan Kahuripan cikal bakal kerajaan-kerajaan besar Jawa Timur, kini di tanah ini berdiri megah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo” kalimat itu yang diucapkan Presiden BEM Umsida (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo) Banna Nidham Ulhaq 2024/2025, saat berperan sebagai Prabu Erlangga pada pentas kolosal Singgasana Fortama Maharaja Kahuripan pada pengujung giat Fortama Umsida 2025. Pentas Kolosal disaksikan sekitar 3000 mahasiswa baru di Auditorium K.H. Ahmad Dahlah Umsida Jalan Mojopahit 666-B Sidoarjo.

Fortama (Forum Taaruf Mahaiswa) merupakan masa pengenalan kampus kepada mahasiswa baru di Umsida (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo). Andhika Hendras Tama pimpinan produksi (pimpro) pentas drama kolosal yang juga Kabid Kemahasiswaan Umsida mengatakan, Fortama tahun ini harus beda, harus mempunyai karakter yang bagus dan terkesan kuat diingatan mahasiswa baru, saya menunjuk Joko Susilo untuk mendesain naskah pertunjukan” dan Joko Susilo dosen Psikologi Budaya Umsida menjelaskan. “Sengaja saya mengambil lakon sejarah Raja Negeri Kahuripan, karena mahasiswa baru, warga Umsida, juga seluruh masyarakat Sidoarjo hendaknya tahu bahwa nenek moyang mereka adalah Raja Airlangga pemimpin besar Kerajaan Kahuripan, saat ini orang-orang seperti terdoktrin bahwa Sidoajo adalah penerus Kerajaan Jenggala, padahal Jenggala adalah negeri yang kalah ketika Kahuripan dibagi 2 Jenggala-Kediri, kita harus memandang jauh ke belakang yang lebih besar yaitu Kahuripan,” jelasnya.

Drama kolosal Singgasana Fortama Maharaja Kahuripan disutradarai oleh Muhammad Faishal Azami, dengan pemain inti: Banna Nidham Ulhaq sebagai Raja Erlangga, Muhammad Sonhaji dan Tarikh Bima Damarjati sebagai prajurit, Noer Putri Alisya Setiawati dan Inez Julia Dewi Ratnanegara sebagai dayang. Drama ini dinaratori oleh Ida Kumala Sari, serta Akbar Wiguna dan Zyahdo Nikri Jofalo sebagai artistik. “Selain pemain inti ada pemain-pemain kolosal yang melibatkan pelbagai UKM dan Ortom di Umsida,” ujarnya.

Baca Juga :  Haul Ki Ageng Pandanaran Diisi Pagelaran Wayang Kulit, di Kota Semarang

Ashafillah Yunanegara ketua umum Teater Gedhek Umsida memberikan apresiasi “Pertunjukan kolosal ini dapat menjadi gambaran kemegahan Raja Erlangga dengan negeri besarnya Kahuripan . “ini penting karena menyadarkan bahwa generasi di Sidoarjo memang wajib meyakini bahwa mereka adalah penerus peradaban besar Kahuripan,” pungkasnya. (js/msa)

Example 300250
Example 120x600