SIDOARJO – Aktivitas karawitan di Dekesda Sidoarjo yang berada di Kompleks Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda), Jalan Erlangga Nomor 67, Sidoarjo, masih berjalan aktif melalui berbagai komunitas yang rutin mengadakan latihan. Tercatat ada sekitar tujuh komunitas karawitan yang aktif, yaitu Paguyuban Sri Kahuripan, Wahyu Laras Ari, R3, Sekar Kawedar, Aksayapatra, SNJ Laras Wiyata, dan Paguyuban Bandhawa Krida.
Tim liputan bertemu dengan Ki Edi Sugeng Prayitno, anggota Paguyuban Bandhawa Krida, pada Minggu, 10 Mei 2026. Ia menjelaskan bahwa Paguyuban Bandhawa Krida memiliki anggota dari berbagai kalangan usia, mulai dari pelajar hingga lansia. “Kami berlatih secara rutin setiap Minggu malam pukul 19.30 WIB dan menjadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar bersama bagi para anggota,” ujarnya.
Namun, Ki Edi juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap keterlibatan generasi muda yang dinilai masih belum konsisten. “Meski pesertanya beragam, anak-anak muda yang bertahan mengikuti latihan secara rutin masih sedikit. Banyak yang ikut di awal, tetapi tidak melanjutkan,” tambahnya.
Menurut Pak Edi, sebagian besar generasi muda mulai mengenal karawitan melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Akan tetapi, setelah kegiatan tersebut tidak lagi diwajibkan, hanya sedikit yang tetap melanjutkan minatnya dalam karawitan.
Dari segi jumlah anggota, satu kelompok karawitan idealnya terdiri atas sekitar 18 orang agar seluruh instrumen dapat dimainkan secara lengkap. Namun, pada praktiknya jumlah anggota aktif rata-rata hanya sekitar 10 orang sehingga pembagian peran dalam latihan belum dapat berjalan maksimal.
Kegiatan karawitan di Dekesda saat ini juga mendapat dukungan dari mahasiswa dan dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang sedang melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat (abdimas). Dalam kegiatan tersebut, tim mahasiswa turut terlibat secara langsung dalam persiapan maupun pelaksanaan latihan karawitan bersama komunitas. Keterlibatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung aktivitas seni sekaligus memahami proses pembelajaran karawitan di lapangan.
Alfy salah satu mahasiswa anggota abdimas Umsida mengungkapakan selain latihan rutin, komunitas karawitan di Dekesda juga aktif mengikuti berbagai kegiatan, seperti festival gamelan, pagelaran ludruk, hingga lomba vokal campursari yang melibatkan pelajar. Berbagai kegiatan tersebut dinilai cukup membantu dalam mengenalkan karawitan kepada generasi muda, meskipun keterlibatan mereka masih cenderung bersifat sementara.
“Kami bangga dapat turut membantu pelestarian dan pengembangan seni budaya di Sidoarjo bersama mitra Dekesda. Kami juga akan terus berupaya menyebarluaskan kegiatan seni di Dekesda melalui promosi di media sosial secara berkelanjutan. Harapannya, seni budaya Sidoarjo dapat terus maju dan berkembang,” ujar Alfy, salah satu mahasiswa anggota abdimas Umsida.(msa)



























