Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Click Award Nusantara 2026 Ajak Finalis Menyelami Sejarah dan Budaya di Semarang

×

Click Award Nusantara 2026 Ajak Finalis Menyelami Sejarah dan Budaya di Semarang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEMARANG – Puluhan finalis Click Award Nusantara 2026 mengikuti kegiatan edukasi budaya dan sejarah di Kota Semarang, Minggu (7/6/2026). Program yang digagas Click Management tersebut mengajak para peserta mengunjungi museum serta berkeliling kota menggunakan Bus Wisata Kuncung untuk memperdalam pemahaman mengenai warisan budaya Nusantara.

Pembina dan Mentor Click Management, Puspita Artha Trisnano, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Click Award Nusantara, program tahunan yang pada tahun ini memasuki penyelenggaraan tahun ketiga.

Menurutnya, Click Award bukan sekadar ajang pencarian bakat di dunia modeling, melainkan proses seleksi untuk memilih figur yang akan menjadi wajah sekaligus duta dari Click Management.

“Setiap tahun kami memilih satu anak yang akan menjadi representasi atau brand ambassador dari Click Management. Jadi bukan hanya soal penampilan, tetapi juga karakter, wawasan, dan kecintaannya terhadap budaya,” ujar Puspita.

Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti seleksi berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, termasuk Semarang, Salatiga, Kudus, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari sekitar 150 peserta yang mengikuti tahap awal seleksi, hanya 10 finalis yang berhasil lolos ke tahap akhir.

Puspita menegaskan bahwa Click Management memiliki visi yang berbeda dari kebanyakan agensi model pada umumnya. Selain mengembangkan kemampuan di bidang modeling, lembaga tersebut juga menitikberatkan pada pembentukan karakter dan pemahaman budaya.

“Basis utama kami adalah budaya. Kami memberdayakan perempuan bukan hanya agar tampil cantik di depan kamera, tetapi juga memiliki etika, wawasan, dan karakter yang kuat. Jadi tidak hanya cantik secara fisik, tetapi juga memiliki isi dan kualitas diri,” katanya.

Karena itu, para finalis diajak untuk mengenal sejarah dan budaya secara langsung melalui kunjungan lapangan. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai perkembangan sejarah Kota Semarang, bangunan-bangunan cagar budaya, hingga berbagai koleksi sejarah yang tersimpan di museum.

Selama kegiatan berlangsung, para finalis mengunjungi museum dan mempelajari perjalanan sejarah Indonesia mulai dari masa prasejarah, era Hindu-Buddha, masa kerajaan Islam, periode perjuangan kemerdekaan, hingga koleksi kain tradisional Nusantara.

“Mereka mencatat seluruh materi yang diperoleh. Nantinya akan ada evaluasi atau tes terkait informasi yang sudah mereka pelajari selama kegiatan,” ungkap Puspita.

Baca Juga :  Dinilai Multitafsir, UU Polri di Gugat ke MK

Selain kunjungan museum, para peserta juga berkeliling menggunakan Bus Wisata Kuncung menuju sejumlah kawasan bersejarah, termasuk Kota Lama Semarang. Dalam perjalanan tersebut, mereka mendapatkan penjelasan mengenai sejarah kota dan bangunan-bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

Puspita mengakui masih banyak generasi muda yang belum memahami akar budaya dan tradisi daerahnya sendiri. Bahkan, sejumlah peserta mengaku baru mengetahui asal-usul berbagai tradisi dan benda budaya yang selama ini mereka lihat.

“Ternyata masih banyak anak-anak yang belum mengetahui beberapa hal, misalnya tentang keris, tradisi adat, maupun ritual budaya tertentu. Bahkan ada yang belum tahu bahwa tradisi itu berasal dari daerah mereka sendiri,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai edukasi budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan agar generasi muda tidak memiliki pemahaman yang keliru terhadap warisan leluhur.

“Kita harus memberikan edukasi yang tepat agar mereka semakin mencintai budayanya sendiri dan tidak salah memahami tradisi yang diwariskan para leluhur,” katanya.

Menurut Puspita, kegiatan edukasi budaya tidak berhenti pada kunjungan museum semata. Setiap pemenang atau peserta yang terpilih sebagai Nimas Click Management diwajibkan memiliki program pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Program tersebut dapat berupa kunjungan ke tempat-tempat bersejarah, kegiatan sosial di panti asuhan, maupun aktivitas lain yang berorientasi pada pendidikan dan pelestarian budaya.

“Setiap pemenang memiliki programnya masing-masing. Ada yang memilih fokus pada situs sejarah, ada yang bergerak di bidang sosial. Namun, nilai budaya tetap menjadi bagian penting yang terus kami tanamkan,” jelasnya.

Melalui pendekatan tersebut, Click Management berharap mampu melahirkan generasi muda, khususnya perempuan, yang tidak hanya memiliki kemampuan tampil di ruang publik, tetapi juga memahami sejarah, menghargai tradisi, dan mampu menjadi agen pelestarian budaya di tengah arus modernisasi.

“Harapannya, anak-anak muda semakin melek budaya, semakin bangga terhadap tradisi daerahnya, dan mampu menjadi generasi yang menjaga sekaligus memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada masyarakat luas,” pungkas Puspita.(msa)

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!