SIDOARJO – Suasana sore yang teduh di Halaman Sastra Umsida, Jalan Raya Lebo No. 4, Rame, Pilang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, menjadi saksi perhelatan diskusi buku puisi “Golek” karya F. Aziz Manna, Kamis (13/06/2026). Acara bertajuk “Golek Sunset Bersama Puisi” ini digelar oleh Pusat Studi Pendidikan dan Budaya Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (PSPB Umsida) bersama Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Gedhek Umsida.
Acara dimulai dengan teatrikal puisi oleh Ketua Teater Gedhek, Asshafillah Yuna Negara, dilanjut diskusi yang menghadirkan Dr. Vidya Mandarani (Ketua PSPB Umsida), Ribut Wijoto (Ketua Dewan Kesenian Sidoarjo yang bertransformasi menjadi Dewan Kebudayaan Sidoarjo), dan langsung sang penulis, F. Aziz Manna. Menjelang maghrib, rangkaian diskusi ditutup dengan pembacaan puisi oleh Denny Mizhar dari Pelangi Sastra Malang dan pertunjukan sastra oleh Natasha Elanda dari Embrio Production House Sidoarjo.
Dr. Vidya Mandarani menegaskan, “Kami sengaja membuat diskusi publik di luar kelas karena kami yakini akan menjadi variasi pembelajaran yang asik, imajinasi dan gagasan logis akan mengembang dengan bebas untuk menghasilkan pemikiran-pemikiran yang kreatif dan cerdas.” Ia menambahkan, puisi-puisi F. Aziz Manna yang sarat dengan alam dan realitas sosial menjadi bahan diskusi yang kaya.
Sementara Ribut Wijoto memaparkan perjalanan panjang Aziz Manna di dunia sastra sejak bergabung dengan Forum Studi Seni dan Sastra Luar Pagar saat menjadi mahasiswa Sejarah Universitas Airlangga tahun 1998. “Puisi Aziz bergelut dengan kehidupan masyarakat Surabaya-Sidoarjo, tentang lumpur, gosip pinggiran, pasar, dan keluh kesah di warung kopi,” ujarnya. Ia juga menyoroti cara Aziz menghancurkan realitas lalu menatanya kembali untuk pemahaman yang lebih utuh.
Aziz Manna sendiri menjelaskan bahwa puisinya terkait erat dengan khasanah Jawa sangkan paraning dumadi.
Acara tidak berhenti hingga malam. Pertunjukan sastra oleh mahasiswa dari berbagai program studi (Administrasi Publik, Kedokteran) hingga komunitas seperti Sastra Lumpur (Andan Guntur, Surabaya), Pelangi Sastra (Denny Mizhar, Malang), dan Mahasiswa Sastra Indonesia Unesa turut meramaikan. Puisi on the spot dari Ti.Lumpur dan pameran buku oleh Pelangi Sastra juga menjadi atraksi tersendiri. Sekitar 200 orang hadir, tidak hanya mahasiswa Umsida, tetapi juga masyarakat umum dan pegiat seni dari Sidoarjo dan sekitarnya. (msa)



























