Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Semarak Waisak di Tuntang, Wakil Bupati Semarang Ajak Perkuat Toleransi dan Peran Generasi Muda

×

Semarak Waisak di Tuntang, Wakil Bupati Semarang Ajak Perkuat Toleransi dan Peran Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KABUPATEN SEMARANG, – Peringatan Hari Raya Waisak 2026 M di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Minggu (14/6/2026), berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat lintas agama dan budaya. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, serta mendorong partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah.

Wakil Bupati Kabupaten Semarang Dra. Hj. Nur Arifah mengatakan rangkaian peringatan Waisak tahun ini tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga diisi dengan aksi pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon dan berbagai kegiatan sosial lainnya.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama para pemuda, untuk ikut membangun Kabupaten Semarang sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki masing-masing,” ujar Nur Arifah.

Menurut dia, peringatan Waisak juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarmasyarakat dari berbagai latar belakang agama. Kebersamaan tersebut dinilai penting untuk menyatukan potensi yang ada demi kemajuan Kabupaten Semarang.

Nur Arifah menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga kerukunan antarumat beragama dan menghormati keberagaman yang dilindungi oleh negara. Ia menilai Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memiliki peran strategis dalam memelihara hubungan harmonis di tengah masyarakat.

“Di Kabupaten Semarang kami tetap menjunjung tinggi keberagaman agama dan terus berupaya menjaga toleransi serta kerukunan antarumat beragama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan pesan kepada generasi muda agar memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak. Penggunaan telepon genggam dan media digital, menurutnya, perlu diarahkan untuk kegiatan yang positif dan produktif.

Baca Juga :  Menhub Ungkap Alasan Batasi Angkutan Barang: Untuk Keselamatan

Sementara itu, Rama Pujiyanto menilai peringatan Waisak lintas agama dan lintas budaya merupakan wujud nyata semangat kebersamaan yang perlu terus dipelihara.

“Momentum Waisak harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membawa keberkahan, kemakmuran, ketenteraman, dan kedamaian. Perayaan ini bukan hanya untuk diperingati, tetapi juga harus memberikan dampak nyata melalui perbuatan baik,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari komunitas gereja setempat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, termasuk dengan menampilkan lagu yang dibawakan anak-anak. Menurutnya, partisipasi itu menjadi simbol toleransi yang diwujudkan dalam tindakan sederhana namun bermakna.

“Ini menunjukkan bahwa kita bisa saling menerima perbedaan dan hidup berdampingan dengan damai,” katanya.

Kepada generasi muda, Rama berpesan agar terus belajar, menghormati generasi yang lebih tua, serta tetap bijaksana menghadapi kemajuan teknologi.

“Anak muda harus selalu belajar, menghormati para sesepuh, dan tetap eling lan waspada dalam menyikapi perkembangan zaman,” tuturnya.

Peringatan Waisak di Kecamatan Tuntang tahun ini menjadi gambaran bahwa kolaborasi lintas agama dan budaya dapat memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dalam membangun daerah. (msa)

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!