Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
HukumKejaksaan

Kejari Jakut Terima Tahap 2, Kasus Pemalsuan Dokumen Pabean Ekspor PT DAL

×

Kejari Jakut Terima Tahap 2, Kasus Pemalsuan Dokumen Pabean Ekspor PT DAL

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jakarta melalui Kejaksaan Negeri Jakarta Utara (Kejari Jakut) telah menerima dan melaksanakan proses pelimpahan Tahap II, yakni tersangka dan barang bukti dalam perkara dugaan tindak pidana kepabeanan yang menjerat perusahaan eksportir, PT Dunia Alam Lestari (PT. DAL).

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Jakarta Utara, Dodi Wiraatmaja, S.H., M.H., dalam keterangan tertulisnya menyatakan bahwa proses ini dilakukan pada Senin (14/4/2025) sekitar pukul 14.30 WIB di kantor Kejari Jakarta Utara.

Kasus tersebut bermula dari dugaan pemalsuan dokumen ekspor berupa Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) Nomor 411579 tanggal 8 Desember 2024 atas nama PT Dunia Alam Lestari.

Baca Juga :  Leni Tambang Kuruk Ternyata tak Ditahan, Hanya Wajib Lapor

“Dokumen tersebut digunakan untuk kegiatan ekspor barang yang dimuat dalam kontainer TCLU5754085 berukuran 1×40 feet FCL, yang berlangsung pada November hingga Desember 2024,” ujar Dodi, Selasa (15/4/2025).

Baca Juga :  Kejari Jakarta Pusat Gelar Penerangan Hukum di Kelurahan Utan Panjang

Ia menambahkan tindakan tersebut diduga melanggar Pasal 103 huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, yang mengatur mengenai penyampaian dokumen pabean palsu atau yang dipalsukan.

Dodi mengungkapkan bahwa tersangka kini telah dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan, terhitung sejak 14 April hingga 3 Mei 2025. Penahanan dilakukan di Rutan Kelas I Jakarta Pusat yang berlokasi di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Baca Juga :  Kejagung Tahan 8 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kredit PT Sritex

“Penyerahan tahap II ini menandakan bahwa berkas perkara telah dinyatakan lengkap, dan selanjutnya kami akan mempersiapkan proses penuntutan di pengadilan,” ungkap Dodi.

Kasus ini menjadi semakin menarik sorotan, karena menyangkut integritas dokumen ekspor dan potensi kerugian negara dalam sistem kepabeanan. (Amri)

Example 300250
Example 120x600