Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Minim Anggaran, Perawatan Pelabuhan Speed Boat Tanjung Redeb Belum Maksimal

×

Minim Anggaran, Perawatan Pelabuhan Speed Boat Tanjung Redeb Belum Maksimal

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERAU – Pelabuhan penyeberangan di Tanjung Redeb yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Berau kini menjadi sorotan akibat kondisi fisiknya yang memprihatinkan. Pelabuhan yang melayani rute menuju Pulau Derawan dan sejumlah wilayah pesisir lainnya tersebut dinilai kurang terawat dan tidak mencerminkan fasilitas pelayanan transportasi publik yang memadai.

Pantauan pada Kamis (15/1/2026), menunjukkan sejumlah kerusakan pada fasilitas pelabuhan. Lantai keramik di beberapa area tampak retak dan pecah, sementara bangunan pos jaga yang dilapisi Metal Clad Panel (MCP) sudah terlihat usang dan kurang mendapatkan perawatan rutin. Cat bangunan pun tampak pudar dan beberapa struktur bangunan memperlihatkan tanda keausan akibat usia dan minimnya pemeliharaan.

Meskipun ada anggaran pemeliharaan yang dialokasikan oleh pemerintah daerah, kondisi fisik pelabuhan belum menunjukkan hasil perawatan yang optimal. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengelolaan dan pengawasan sarana prasarana pelabuhan tersebut.

Baca Juga :  Hasto Kristiyanto Kembali Ajukan 2 Permohonan Praperadilan ke PN Jaksel

Pelabuhan penyeberangan ini memiliki peran vital sebagai pusat pelayanan transportasi laut bagi masyarakat, khususnya pengguna speed boat yang melakukan penyeberangan menuju kawasan wisata unggulan Pulau Derawan serta daerah pesisir di Kabupaten Berau.

Baca Juga :  DPRD Prov. Jabar Kunjungi Kota Bekasi, Fokus pada Data dan Perkembangan UKM

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Berau, Andi Marewangeng, menyampaikan bahwa minimnya anggaran pemeliharaan menjadi kendala utama sehingga perawatan berkala pada beberapa fasilitas fisik pelabuhan belum maksimal dilakukan. “Kami sudah melakukan pembenahan dengan fokus pada area parkir dan perbaikan atap yang bocor pada akhir tahun lalu, serta perbaikan di beberapa titik lainnya secara bertahap,” ujarnya.

Setiap hari, pelabuhan ini menjadi titik keberangkatan utama bagi warga lokal, wisatawan, dan pelaku usaha. Kondisi fasilitas yang kurang layak dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan, keamanan, dan keselamatan pengguna jasa. Selain itu, citra daerah sebagai destinasi wisata juga berpotensi terdampak apabila fasilitas pendukung tidak dijaga dengan baik.

Baca Juga :  Tri Adhianto Tegaskan Larangan Jual Buku di Sekolah Semua Sudah Masuk Dana BOS

Masyarakat berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Perhubungan Kabupaten Berau, dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh serta perbaikan nyata terhadap kondisi pelabuhan. Perawatan yang berkelanjutan dan transparan dianggap penting agar fasilitas publik ini dapat berfungsi secara optimal dan memberikan pelayanan yang layak bagi masyarakat serta wisatawan lokal dan mancanegara. (mr)

Example 300250
Example 120x600