Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Polri

Tiga Pelanggaran Ini Yang Menonjol Selama Operasi Zebra di Babel

×

Tiga Pelanggaran Ini Yang Menonjol Selama Operasi Zebra di Babel

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PANGKALPINANG — Operasi Zebra Menumbing 2023 yang digelar Ditlantas Polda Kepulauan Bangka Belitung dan Jajarannya hingga Kamis (14/9/2023) telah berlangsung selama 11 hari.

Sejak digelarnya Operasi ini, Direktur Lalu Lintas Polda Babel, Kombes Pol Juang Andi Priyanto menyebut ada tiga macam pelanggaran lalu lintas yang paling menonjol.

“Yang jelas, melawan arus, belok tanpa menyalakan riting (lampu sein), safety belt masih kita jumpai di lapangan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Terima pengaduan Lawyers Sangganipa, Polda Sulteng Pastikan Bekerja Profesional

Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi Operasi Zebra Menumbing 2023 selama 14 hari ini yang dimulai sejak, Senin (4/9) lalu sampai dengan Minggu (17/9/2023) mendatang.

Adapun sasaran dalam razia ini, diantaranya melawan arus, menerobos lampu merah, penggunaan kendaraan bermotor oleh anak di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm, berkendara di bawah pengaruh alkohol dan kendaraan bermotor (Ranmor) yang tidak sesuai spek.

Baca Juga :  Puluhan Knalpot Brong di Musnahkan, Pemilik Kendaraan di Berikan Edukasi

Selain itu juga, mengemudi menggunakan handphone, menggunakan ranmor tidak sesuai peruntukan, ranmor overload dan over dimension, ranmor tanpa RNKB dan melampaui batas kecepatan.

Baca Juga :  Dirlantas Polda Sumut : ETLE Statis dan ETLE Mobile Siap Beroperasi di Kota Medan

Oleh karena itu, Dirlantas berharap digelarnya Operasi Zebra Menumbing tahun ini (2023), pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat mengalami penurunan yang signifikan.

“Kita upayakan untuk menurunkan jumlah kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas,” pungkas Juang. (bai)

Example 300250
Example 120x600