Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
News

Atasi krisis air bersih, Perumda Air Batiwakkal Lakukan Ini

×

Atasi krisis air bersih, Perumda Air Batiwakkal Lakukan Ini

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BERAU – Melihat kapasitas produksi air bersih di wilayah perkotaan sekitar 600 liter per detik (l/d) yang dikelola oleh Perumda Air Minum Batiwakkal Berau maka diperkirakan hanya dapat melayani 33.000 pelanggan.

Hal ini  berdasarkan kemampuan Perumda yang pada tahun 2017 masih bernama PDAM Tirta Segah melayani 18.000 pelanggan dengan kapasitas 327 l/d.

Tentunya jika kita melihat saat ini Perumda Batiwakkal sudah mampu melayani 32.000 pelanggan dan sampai akhir tahun diharapkan bisa bertambah 4.000 pelanggan .Sehingga  diperkirakan awal tahun 2024 Tanjung Redeb  akan mengalami krisis air.

Baca Juga :  Penutupan Rangkaian Peringatan Hari Teater Sedunia Adakan Kegiatan workshop Keaktoran dengan Tema "Implementasi Seni Pertunjukan Panggung" Oleh Totenk MT Rusmawan

Diurt Perumda Batiwakkal Saipul Rahman Menyampaikan bahwa dalam mengatasi krisis air yang diakibatkan kekurangan kapasitas produksi ini, kami telah berkoordinasi bersama Dinas PUPR Berau yang telah menyiapkan langkah alternatif yang bisa ditempuh, yakni dengan membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Diungkapkan Kabid Air Minum dan Penyehatan Lingkungan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau, Radite Hari Soeryo menegaskan bahwa pengolahan baru itu bertujuan untuk memenuhi kekurangan produksi air bersih khususnya di perkotaan.Terkait hal itu, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan pihak PDAM.

Baca Juga :  Prof Sihol Situngkir Bantah Melakukan TTPO, Karena Salah Alamat

“Sehingga dalam pembangunan SPAM baru nantinya harus tetap dilakukan, karena melihat kondisi air baku yang ada tidak memadai. Maka tahun ini ,kami berusaha untuk memulai pengolahan baru di kota maupun luar kota. Untuk wilayah perkotaan, SPAM akan dibangun di wilayah Singkuang.  Adapun  Anggarannya pun sudah disiapkan, sebesar   Rp 17 miliar, “ jelasnya.

Saipul Rahman mengungkapkan juga  bahwa selain membangun SPAM di Singkuang pihaknya sedang mengembangkan sistem pemetaan jaringan pipa dengan software QGIS. Sehingga nantinya jaringan pipa kita peta kan dan di overlay dengan google map sehingga mudahkan kita dalam distribusi dan monitoring jaringan pipa. Tujuannya agar pembagian tekanan air bisa merata ke seluruh titik distribusi air ke pelanggan.

Baca Juga :  Barisan Ganjar Terdepan Lhokseumawe - Aceh Utara Rapatkan Barisan

“Inilah merupakan  2 langkah antisipasi ini diharapkan wilayah perkotaan dapat terhindar dari krisis air bersih yang mengancam akibat tingginya permintaan penyambungan baru dan stagnannya kapasitas produksi. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat berau semoga apa yang dilakukan Ini lancar  ,” tandasnya. (mare)

 

Example 300250
Example 120x600