ACEH TIMUR – Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Aceh Timur, Syamsuar menyebutkan keberadaan 36 imigran Rohingya yang diamankan dalam sebuah mobil truk colt diesel di kecamatan Madat, Aceh Timur mendapat penolakan dari kalangan Keuchik.
“Pasalnya kehadiran mereka banyak menimbulkan persoalan sosial ditengah masyarakat dan membebani pemerintah khususnya pemerintah desa,” kata Syamsuar kepada BG Indonesia, Senin (20/11 2023).
Atas nama kemanusiaan kita telah membantu imigran Rohingya yang diamankan di Aceh Timur dengan memberikan tempat penampungan dan makanan serta pakaian layak pakai. “Kami meminta pemerintah daerah dan pihak yang terkait untuk segera memindahkan mereka dari Aceh Timur,” sebut Keuchik Wan.
Disini lain APDESI meminta kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk meningkatkan penjagaan dan pengamanan diwilayahnya pesisir pantai yang ada di Aceh Timur.
“Tujuan mereka terutama hanya mencari pekerjaan di wilayah yang mereka singgah dengan, bahkan ada diantara mereka yang pandai berbahasa Melayu,” ujarnya.
“Kami menyatakan dengan tegas untuk menolak kehadiran imigran Rohingya di Aceh Timur dengan segala alasan,” tegasnya.
Lanjut Keuchik Wan, sejak beberapa hari yang lalu beberapa Keuchik yang memiliki pantai mulai berjaga-jaga untuk menghalau pendaratan imigran Rohingya di pantai desanya.
Sementara itu Perwakilan UNHCR cabang Pekanbaru yang berada di tempat penampungan imigran Rohingya di Gelanggang olahraga Idi Sport Center (ISC) Idi Rayeuk, belum bisa mengambil sikap kapan ke 36 imigran Rohingya di pindahkan dari Aceh Timur.
“Kami sedang menunggu hasil rapat di Pemerintah Aceh yang dihadiri oleh perwakilan kabupaten untuk penanganan lanjutan terhadap 36 imigran Rohingya di Aceh Timur,” pungkasnya. (Hasan Basri Maken.


























