Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Ratusan Aksi Mahasiswa Palu Ricuh Depan Kantor DPRD Sulteng

×

Ratusan Aksi Mahasiswa Palu Ricuh Depan Kantor DPRD Sulteng

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PALU – Ratusan massa aksi tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Palu Menggugat melakukan aksi unjuk rasa depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi tengah (Sulteng), Senin (25/8/2025).

Selain melakukan aksi unjuk rasa, aksi juga di selingi dengan aksi teatrikal street theather di peragakan dari dewan kesenian rakyat oleh Udin FM.

Mengenakan kaos hitam lengan panjang dengan atributnya, Udin memperagakan aksi secara simbolis sebagai rakyat tertindas oleh kebijakan pemerintah dengan adanya kenaikan pajak.

Udin mengatakan, kebijakan pemerintah harus segera disesuaikan dengan realitas sosial ekonomi masyarakat, terutama mengingat mayoritas rakyat Indonesia masih hidup di bawah rata-rata pendapatan per kapita.

Ironisnya, kata Udin, ketika sebagian besar masyarakat berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar, para elit politik justru menaikkan gaji dan merayakannya tanpa empati. Fenomena ini mencabik-cabik rasa keadilan publik, terlebih masyarakat telah berkontribusi melalui pajak, partisipasi sosial, dan upaya menjaga lingkungan tetap tidak mendapatkan perhatian sepadan dalam kebijakan publik.

Baca Juga :  Tri Adhianto Sampaikan Bela Sungkawa dan Galang Donasi Musibah di Sumatera Utara - Barat dan Aceh

” Pesan utamanya adalah perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan tidak produktif dan tidak berpihak pada rakyat kecil. Legislatif sebagai wakil rakyat dan eksekutif sebagai pelaksana pembangunan seharusnya bersinergi dengan masyarakat, bukan malah memperlebar jarak sosial,”tuturnya.

Udin mengatakan, ketika aspirasi rakyat diabaikan, wajar jika muncul aksi-aksi protes. Sementara masyarakat akar rumput, seperti petani, terlalu sibuk bertahan hidup hingga tidak punya waktu memahami carut-marut kebijakan publik seharusnya berpihak pada mereka.

Usai aksi treatrikal,secara bergantian para massa aksi berorasi mereka meminta agar walikota Palu Hadianto Rasyid di hadirkan untuk melakukan klarifikasi atas dugaan kenaikan Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 1000 persen, kenaikan pajak pelaku UMKM 10 persen.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Targetkan Pembangunan 300.000 Jembatan di Desa Terpencil Seluruh Indonesia, Salah Satunya di Desa Silondou, Tolitoli

Massa aksi memaksa meminta masuk agar bisa bertemu dengan ketua DPR Sulteng menyampaikan aspirasi dan tuntutannya. Namun aparat kepolisian tetap merapatkan barisan menghalau massa aksi masuk, hampir tiga jam massa aksi berupaya menerobos masuk, pintu pagar DPRD Sulteng hingga membuat pagar DPRD rusak.

Tidak sampai hanya menyampaikan orasi ,massa aksi juga mengumpulkan spanduk-spanduk bertuliskan tuntutan dan membentangkan di jalan, mereka juga membakar ban-ban bekas.

Sementara Koordinator Lapangan Fauzi alias Ozi mengatakan, keadaan negara kita saat ini tumpang tindih dalam mengambil kebijakan, yang mana kebijakan mereka putuskan banyak kontroversial terhadap rakyat indonesia, banyak tidak sesuai dengan keadaan rakyat saat ini.

” Keputusan-keputusan yang mereka ciptakan membuat masyarakat menjerit karna tidak berpihak kepada rakyat yang di bawah,” katanya.

Baca Juga :  Serukan 'NEMAEKA' Gubernur : Sulteng Berani Juara STQH 28

Oleh karenanya, kata Ozy pihaknya, mengajak seluruh masyarakat kota palu untuk membersamai menyuarakan keresahan-keresahan ada di negara ini.

” Tujuan aksi kita agar anggota DPR provinsi Sulawesi tengah mendengarkan aspirasi kita dan di perjuangkan di DPR RI agar kebijakan mereka lahirkan tidak menindas masyarakat kecil,” ujarnya.

Olehnya pihaknya menuntut pemerintah melakukan evaluasi kebijakan kontrovesial tersebut, baik isu sentral, isu daerah maupun turunannya.

Untuk isu sentral evaluasi kebijakan kontroversial pemerintah. Isu daerah,
batalkan kebijakan pbb-p2, Evaluasi pajak 10% untuk warung-warung makanan.

Isu turunan, tolak Rkuhap, bubarkan DPR, evaluasi seluruh tambang di Sulteng, evaluasi alih fungsi lahan ke pertambangan.

Segera sahkan ruu perampasan aset, Menolak penulisan ulang sejarah Indonesia, menagih 19 juta janji lapangan pekerjaan

Jaminan sosial untuk perempuan dan anak, Naikan gaji buruh, Evaluasi Program MBG. (Jamal)

Example 300250
Example 120x600