Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Seni Budaya

Memperingati Hari Wayang, Pemkot Semarang adakan Festival Wayang Semesta

×

Memperingati Hari Wayang, Pemkot Semarang adakan Festival Wayang Semesta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEMARANG – Memperingati hari wayang sedunia yang jatuh pada tanggal 7 November. Pemkot Semarang mengadakan Festival Wayang Semesta yang di adakan pada Hari Jumat sampai Sabtu (7-8/11/2025) bertempat di lapangan Pancasila – Simpang Lima dengan dibuka oleh Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., festival ini menampilkan kolaborasi luar biasa dari para maestro dan generasi muda, mulai dari Wayang Orang Ngesti Pandowo, Cak Lontong, Nunung dan lainnya

Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., mengatakan acara ini dalam rangka memperingati hari wayang dan hari ini pertama dengan menampilkan wayang kontemporer dengan pemain sebagian besar anak-anak muda yang besok itu ada wayang klasik Ngesti Pandawa.

“Kita akan mengadakan kegiatan ini setiap tahun seperti ini mungkin jauh lebih keren lagi dan dalam satu tahun ke depan kita sudah bisa menyiapkan pemain wayang orang dari kalangan generasi muda serta tahun depan kita juga anggarkan ke Ngesti Pandawa, baju-baju yang lama itu supaya dirawat untuk menjadi kekayaan heritage dan kita berikan baju yang baru. Karena bajunya sudah tua ini merupakan suatu kekayaan kalau dipakai terus akan rusak,” jelas Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti..

Baca Juga :  Semarang Night Carnival Community Resmi Dikukuhkan, Siap Mendunia Lewat Karnaval Malam Spektakuler

“Acara ini dalam rangka memperingati hari wayang untuk hari ini (Jumat 07/11/2025) menampilkan wayang kontemporer dengan bintang tamu Nunung sedangkan besok wayang klasik Ngesti Pandawa dengan bintang tamu Cak Lontong,” tambahnya.

“Kita akan membuat akademi wayang dengan system seperti pesantren dimana anak-anak nyantrik untuk memilih karakter seperti Janaka atau Bima setelah menghayati perannya akan dilatih untuk selanjutnya ikut pertunjukan dengan Ngesti Pandawa,” ujarnya.

Baca Juga :  Dewi Astiyanti S.T, Dukung Pelestrian Budaya Melalui Pentas Seni Budaya TTKKBI

Ibu walikota menambahkan akan membuat akademi wayang dengan system seperti pesantren nantinya anak-anak akan nyantrik di situ, supaya suatu hari dia bisa ikut pertunjukan wayang orang di Ngesti Pandawa. Dan anak-anak bisa memilih karakter seperti Arjuna atau Bima setelah mereka menghayati perannya mereka akan dilatih. Karena pertunjukan Ngesih Pandawa seminggu sekali sehingga pas lakon yang dia ada dia ikut main wayang pembiayaannya itu nanti akan diambil dari Pemkot Semarang. “Target kita dalam satu tahun ada lima puluh anak yang nyantrik jadi nantinya bisa main wayang bersama-sama dengan Ngesti Pandawa dan di hari wayang tahun depan mereka-mereka ini sudah bisa dilatih untuk memainkan satu lakon tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Umsida Juara 1 Sayembara Gurit Jawatimuran 2025

Menurutnya untuk saat tempat pentas Ngesti Pandawa sedang di renovasi semoga tahun depan segala macam furniturenya dan lainnya sudah jadi sehingga bisa untuk manggung lagi. “Karena Ngesti Pandawa adalah warisan budaya yang tak benda maka cara kita melestarikannya adalah dengan itu tadi kita minta anak-anak muda untuk nyantrik. Kita paham kalau manusia itu kan tidak akan hidup selamanya sehingga ilmunya sudah ditransfer kepada anak-anak,” katanaya.

“Untuk tempat pentas Ngesti Rahayu sedang di renovasi semoga tahun depan sudah selesai dan sudah bisa dipakai untuk manggung serta bisa trabsfer ilmu kepada anak-anak,” pungkasnya.(msa)

Example 300250
Example 120x600