SIDOARJO – Sayembara Gurit Jawatimuran 2025 digelar meriah di Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda). Gelaran itu terselenggara atas kerjasama Paguyuban Budaya Jawa Jenggalamanik, PSPB Umsida (Pusat Studi Pendidikan dan Budaya Universitas Muhammadiyah Sidoarjo), dan Dewan Kesenian Sidoarjo pada Kamis (5/12/ 2025) , diikuti oleh 155 peserta dari pelbagai pembaca gurit (puisi Jawa) kota dan kabupaten di Jawa Timur.
Para peserta mengirim video pembacaan gurit dan diambil 15 finalis untuk tampil langsung di Dekesda.
Final menghadirkan 2 juri yaitu Widodo Basuki (redaktur majalah Jaya Baya) dan Didik Jogoyudo tokoh Ludruk GPS Surabaya. Sayembara tersebut mendapatkan 3 juara: Juara 1 adalah Cintyah Permata mahasiswa PGSD Umsida, Dyah Ayu Sri Wulandari dari Sidoarjo, dan Dewi Sinta dari Kabupaten Kediri.
Joko Susilo ketua panitia mengatakan pihaknya sengaja menggelar Sayembara Gurit Jawatimuran karena bahasa arekan atau jawatimuran. “kami yakini mempunyai potensi estetika yang bagus untuk mengembangkan sastra Jawa geguritan, bahasa Jawa mempunyai banyak ragam dialek, dialek arekan pasti penting juga untuk dipertimbangkan,” jelasnya.
“Hal pengembangan gurit Jawatimuran ini sangat berpotensi untuk dikembangkan karena Jawa Timur pernah meninggalkan jejak-jejak peradaban besar mulai Kahiripan, Kadiri, Singasari, sampai Majapahit,” tambahnya.
Sementara itu Cintyah Permata juara sayembara dengan sangat gembira ia tidak menduga akan jadi juara. “Alhamdulillah saya sangat bersukur dan saya semakin bersemangat untuk mengasah diri dan mengikuti kompetisi serupa. Penyelenggara berupaya bisa menyelenggarakan kegiatan ini setiap tahun untuk mengembangkan sastra Jawatimuran,” ungkapnya. (js/msa)



























