Example floating
Example floating
Seni Budaya

Sesaji Rewanda Goa Kreo Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

×

Sesaji Rewanda Goa Kreo Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEMARANG — Tradisi Sesaji Rewanda yang digelar masyarakat Desa Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Nasional. Tradisi tahunan ini dinilai memiliki nilai sejarah, spiritual, serta kearifan lokal yang kuat.

Sesaji Rewanda tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (28/3/2026) di Pelataran Goa Kreo. Tradisi ini rutin dilaksanakan setiap hari ketiga setelah Idulfitri sebagai bentuk ungkapan syukur masyarakat atas hasil bumi, keselamatan, dan kesejahteraan desa.

Selain itu, Sesaji Rewanda juga menjadi simbol penghormatan terhadap legenda Goa Kreo yang berkaitan dengan Sunan Kalijaga, salah satu tokoh penyebar Islam di Jawa.

Baca Juga :  Pentas Kolosal 48 Kelompok Tari Meriahkan Hari Tari Dunia di Kabupaten Semarang

Sub Koordinator Sejarah dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Haryadi Dwi Prasetyo, mengatakan bahwa tradisi ini berakar dari kisah perjalanan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk pembangunan Masjid Agung Demak.

“Dalam kisah tersebut, Sunan Kalijaga dibantu empat ekor kera berwarna merah, hitam, putih, dan kuning. Sebagai balas jasa, kera-kera itu kemudian ditugaskan menjaga kawasan Goa Kreo,” ujar Haryadi, Rabu (20/3/2026).

Prosesi Sesaji Rewanda diawali dengan persiapan sesaji oleh warga Desa Kandri sejak pagi hari. Gunungan berisi hasil bumi seperti pisang, kelapa, jagung, sayuran, dan umbi-umbian dihias dan diarak menuju lokasi acara oleh para pemuda desa.

Baca Juga :  Spektakuler, Acara Ravaya Spektakel di Taman Budaya Raden Saleh Semarang

Tradisi ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata budaya, tetapi juga mengandung berbagai makna, mulai dari rasa syukur kepada Tuhan, penghormatan kepada leluhur, hingga ajakan menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial masyarakat serta memperkuat identitas budaya lokal.

Pemerintah Kota Semarang berharap, melalui pengusulan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional, tradisi Sesaji Rewanda dapat terus dilestarikan dan dikenal lebih luas oleh masyarakat Indonesia.

Dengan nilai historis dan filosofis yang dimilikinya, Sesaji Rewanda dinilai layak menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional yang perlu dijaga keberlangsungannya.(msa)

Example 120x600
error: Content is protected !!