Example floating
Example floating
Seni Budaya

Hari Kebaya Nasional, Generasi Muda Diajak Lestarikan Kebaya sebagai Identitas Bangsa

×

Hari Kebaya Nasional, Generasi Muda Diajak Lestarikan Kebaya sebagai Identitas Bangsa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KABUPATEN SEMARANG – Peringatan Hari Kebaya Nasional Kabupaten Semarang yang diadakan di Monumen Palagan Ambarawa pada Hari Minggu (2/8/2026) menjadi momentum untuk memperkuat komitmen masyarakat dalam melestarikan kebaya sebagai warisan budaya bangsa. Selain sebagai busana tradisional, kebaya dinilai merupakan simbol identitas perempuan Indonesia yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.

Ketua Panitia peringatan hari kebaya nasional, Apt. Diana Satyarini, S.Farm., menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional. Sementara itu, kebaya juga telah memperoleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO melalui nominasi bersama lima negara ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand.

“Penetapan tersebut menjadi tanggung jawab bersama untuk terus menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan kebaya kepada masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.

Baca Juga :  Memperingati Hari Wayang, Pemkot Semarang adakan Festival Wayang Semesta

Menurut Diana, anggapan bahwa kebaya identik dengan busana yang rumit atau berbahan transparan merupakan pandangan yang keliru. Ia menegaskan bahwa kebaya dapat dikenakan dengan tetap menjunjung tinggi norma, kesopanan, dan nilai budaya Indonesia.

“Kebaya tidak harus menggunakan bahan yang tembus pandang. Banyak pilihan bahan yang sopan dan nyaman dipakai. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menghormati nilai-nilai budaya dan etika sebagai perempuan Indonesia,” katanya.

Ia juga melihat perkembangan yang menggembirakan karena semakin banyak anak muda mulai tertarik mengenakan kebaya. Berbagai model dan desain modern dinilai mampu membuat kebaya tampil lebih praktis tanpa menghilangkan ciri khas budaya.

Baca Juga :  Sesaji Rewanda Goa Kreo Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Sebagai upaya memperluas kecintaan terhadap kebaya, telah terbentuk komunitas GAYA (Gerakan Anak Muda Berkebaya) yang beranggotakan generasi muda. Melalui komunitas tersebut, kebaya diperkenalkan sebagai busana yang dapat dikenakan dalam berbagai aktivitas dan kesempatan.

Diana berharap kebaya semakin diterima sebagai busana kebanggaan bangsa di negeri sendiri.

“Harapan kami, kebaya benar-benar menjadi busana tuan rumah di Indonesia. Generasi muda harus bangga mengenakannya dan memahami bahwa kebaya merupakan bagian dari identitas budaya bangsa yang harus dijaga bersama,” tuturnya.

Peringatan Hari Kebaya Nasional di Kabupaten Semarang diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya Indonesia sekaligus memastikan warisan luhur tersebut tetap lestari di tengah perkembangan zaman.(msa)

Example 120x600
error: Content is protected !!