Example floating
Example floating
Seni

Darjo Nesia Bangun Jejaring Seni, Dorong Ekosistem Berkelanjutan

×

Darjo Nesia Bangun Jejaring Seni, Dorong Ekosistem Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SIDOARJO — Gelaran Darjo Nesia yang akan di selenggarakan di Dekesda (Dewan Kesenian Sidoarjo) pada hari Minggu – Senin (06-07/09/2026) tidak sekadar menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga diarahkan sebagai titik awal membangun jejaring kesenian lintas daerah. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem seni di Sidoarjo sekaligus membuka hubungan lebih luas dengan seniman dari berbagai wilayah hingga mancanegara.

Ketua Panitia Darjo Nesia, Arif Rofiq, mengatakan gagasan tersebut muncul dari semangat para pelaku seni yang selama ini aktif berkegiatan di Sidoarjo. Menurutnya, aktivitas kesenian saat ini sudah tidak cukup jika hanya berorientasi pada wilayah sendiri.

“Ini sudah tidak hanya untuk aktivitas yang terkait dengan Sidoarjo saja. Kita harus mulai saling mengaitkan dengan kawan-kawan di luar Sidoarjo. Kesenian itu sebenarnya membutuhkan proses dan jejaring,” ujar Arif, Jumat (4/9/2026).

Ia menilai, jejaring lintas daerah sebenarnya sudah menjadi hal yang lazim di sejumlah bidang seni, terutama seni rupa. Para seniman terbiasa membangun komunikasi melalui pameran bersama dengan komunitas maupun seniman dari Yogyakarta, Jakarta, dan daerah lainnya.

Namun, menurut Arif, kondisi tersebut belum sepenuhnya terlihat dalam dunia seni pertunjukan, khususnya di Jawa Timur. Dalam beberapa tahun terakhir, ruang-ruang pertunjukan dan aktivitas kreatif dinilai semakin terbatas sehingga diperlukan gerakan bersama untuk kembali menghidupkan ekosistem tersebut.

Baca Juga :  PAUD dan TK Negeri Pembina Gelar Pentas Seni

Darjo Nesia, lanjut dia, diharapkan menjadi salah satu ruang untuk menjawab kebutuhan itu. Tidak hanya mempertunjukkan karya yang sudah ada, kegiatan ini juga mendorong lahirnya kreativitas, gagasan, imajinasi, serta karya-karya baru.

“Kalau di dunia tari, yang berkembang sering kali hanya menarikan tarian yang sudah ada. Sementara di bidang seni lainnya, orang terus membuat sesuatu yang baru. Karena itu, ruang seperti ini menjadi penting,” jelasnya.

Menurut Arif, keterlibatan seniman dari luar Sidoarjo hingga dari Jepang menunjukkan bahwa jejaring kesenian dapat berkembang apabila dibangun secara terbuka dan konsisten. Kehadiran berbagai komunitas tersebut menjadi modal penting untuk memperluas hubungan antarseniman sekaligus memperkaya perspektif dalam berkarya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda sesaat. Bahkan, Arif berencana mendokumentasikan perjalanan Darjo Nesia dalam bentuk buku sebagai arsip sekaligus catatan perkembangan kesenian di Sidoarjo.

Baca Juga :  Mahasiswa Universitas Semarang ajak Generasi Muda Kenali Keroncong Lewat Kolaborasi Budaya di Kota Lama

“Setelah acara ini selesai, saya berharap bisa menjadikannya buku, semacam Darjo Nesia 1. Ini penting supaya orang bisa membaca dan melihat bahwa kegiatan kesenian ini dilakukan dengan serius, bukan sekadar membuat acara lalu selesai,” kata Arif.

Arif juga berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo semakin melihat kebudayaan dan kesenian sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Menurutnya, keberlanjutan seni tidak seharusnya bergantung pada siapa yang sedang memimpin pemerintahan.

“Kalau kegiatan kebudayaan hanya bergantung pada pimpinan, ketika lima atau sepuluh tahun kemudian berganti orang, belum tentu kebijakan kebudayaannya tetap sama. Karena itu, ekosistem kesenian harus dibangun secara berkelanjutan,” tegasnya.

Ia mendorong agar Darjo Nesia tidak berhenti pada penyelenggaraan pertama, melainkan dapat berlanjut menjadi Darjo Nesia 2, Darjo Nesia 3, dan seterusnya. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi bagian dari jejaring kesenian yang terus tumbuh dan memperkuat posisi Sidoarjo sebagai salah satu ruang kreatif di Jawa Timur.

“Yang penting adalah jejaringnya. Kalau jejaring kuat, ekosistem kesenian juga akan semakin kuat dan bisa berjalan secara berkelanjutan,” pungkas Arif.(msa)

Example 120x600
error: Content is protected !!