SIDOARJO – Kampus tak hanya dituntut mencetak mahasiswa berprestasi secara akademik. Pembentukan karakter dan spiritualitas juga menjadi bagian penting dalam pendidikan. Semangat itulah yang dihadirkan Institut Agama Islam Al-Khoziny (IAI Al-Khoziny) melalui Al Khoziny Bersholawat, Kamis (17/9).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi sivitas akademika, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat dan undangan untuk bersama-sama melantunkan sholawat, berdoa, sekaligus mempererat silaturahmi.
Ketua BEM IAI Al-Khoziny Rochmat Bagus Romadhon mengatakan, Al Khoziny Bersholawat bukan sekadar kegiatan keagamaan. Momentum tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan kampus.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kebersamaan sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman kepada mahasiswa,” ujarnya.
Rangkaian acara berlangsung dalam suasana khidmat. Kegiatan diawali pembukaan, dilanjutkan lantunan sholawat, tausiyah atau mauidhoh hasanah, doa bersama, dan sejumlah rangkaian kegiatan lainnya.
Menurut Rochmat, lingkungan pendidikan idealnya tidak berhenti pada pencapaian akademik. Kampus juga memiliki tanggung jawab membentuk pribadi mahasiswa yang memiliki karakter, kepedulian, serta landasan spiritual yang kuat.
Karena itu, Al Khoziny Bersholawat diharapkan menjadi momentum yang terus menghidupkan tradisi keislaman di lingkungan IAI Al-Khoziny. Dari lantunan sholawat, kampus ingin menumbuhkan kebersamaan sekaligus kecintaan kepada Rasulullah di kalangan generasi muda.(msa)

























