Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Sannipata Waisak 2570 BE Kabupaten Semarang Diikuti 2.250 Umat Buddha, Angkat Potensi Susu Lokal dan UMKM

×

Sannipata Waisak 2570 BE Kabupaten Semarang Diikuti 2.250 Umat Buddha, Angkat Potensi Susu Lokal dan UMKM

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KABUPATEN SEMARANG – Sebanyak 2.250 umat Buddha menghadiri kegiatan Sannipata Waisak 2570 Buddhis Era (BE) atau Tahun 2026 Masehi yang dipusatkan di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, pada Minggu (21/6/2026). Selain menjadi ajang silaturahmi umat, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi unggulan daerah dan mendukung pelaku usaha lokal.

Rama Pujiyanto, menjelaskan bahwa rangkaian acara diawali dengan prosesi persembahan air, dilanjutkan dengan pertunjukan tari, serta sambutan dari sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya Bupati Semarang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang (Kakankemenag), Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kanwil Jateng, dan Ketua WALUBI Jawa Tengah, Tanto Harsono.

Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah Dhamma yang disampaikan oleh Bhikkhu Cintak Santo. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Semarang juga menyerahkan dana hibah sebesar Rp30 juta sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan kegiatan keagamaan.

Salah satu agenda yang menarik perhatian peserta adalah flashmob minum susu murni yang diikuti sekitar 2.250 umat Buddha. Panitia membagikan hampir 200 liter susu segar sebagai bagian dari promosi potensi peternakan sapi perah di Kecamatan Getasan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan bahwa Getasan merupakan salah satu daerah penghasil susu yang produksinya mencapai sekitar 60.000 liter per hari,” ujar Rama Pujiyanto.

Baca Juga :  Perpadi Dukung Pemerintah dalam Mensukseskan Swasembada Pangan

Menurutnya, penyelenggaraan Sannipata Waisak berpindah lokasi setiap tahun. Untuk pelaksanaan berikutnya, kegiatan direncanakan berlangsung di Kecamatan Kaliwungu dengan konsep yang tetap mengangkat produk unggulan setempat.

“Nantinya direncanakan ada flashmob makan kue cucur yang melibatkan sekitar 2.300 peserta sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM lokal. Kami ingin setiap penyelenggaraan dapat memberi dampak positif bagi masyarakat di daerah tuan rumah,” katanya.

Rama Pujiyanto menambahkan, meskipun kegiatan ini diperuntukkan bagi umat Buddha, panitia juga mengundang unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan tokoh masyarakat lintas agama sebagai tamu undangan. Menurutnya, Sannipata lebih merupakan forum silaturahmi dan kebersamaan, bukan ritual keagamaan yang bersifat eksklusif.

Di akhir kegiatan, ia menyampaikan pesan kepada umat Buddha di Kabupaten Semarang agar terus memiliki semangat untuk bekerja keras dan menjalani kehidupan yang sejahtera.

“Pesan yang ingin kami sampaikan adalah agar umat senantiasa berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memperjuangkan kehidupan yang makmur, damai, dan bahagia, serta terus menebarkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” tuturnya.(msa)

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!