Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Kuliner Warisan Leluhur Tlogo Tuntang Bertahan di Tengah Gempuran Makanan Modern

×

Kuliner Warisan Leluhur Tlogo Tuntang Bertahan di Tengah Gempuran Makanan Modern

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KABUPATEN SEMARANG – Di tengah menjamurnya berbagai jenis kuliner modern dan makanan cepat saji, sejumlah makanan tradisional khas daerah mulai terpinggirkan. Namun, semangat untuk menjaga warisan kuliner leluhur tetap hidup di tangan para pelaku usaha tradisional, salah satunya Eka Jaya, warga Tlogo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Pria yang telah menekuni usaha kuliner tradisional selama kurang lebih 20 tahun saat di hubungi wartawan pada Selasa (03/06/2026) mengatakan mengaku jika usaha tersebut adalah usaha yang diwariskan secara turun-temurun dalam keluarganya. Menurutnya, kuliner khas Tlogo bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas budaya yang harus dijaga keberlangsungannya.

“Dulu usaha ini dari nenek, kemudian diteruskan ibu saya, dan sekarang saya yang menjalankannya. Berarti saya generasi ketiga. Karena ini masakan khas Tlogo, Kabupaten Semarang, maka saya merasa memiliki tanggung jawab untuk mempertahankannya sebagai warisan leluhur,” ujar Eka Jaya.

Baca Juga :  Bupati Tolitoli Sambut Kunjungan Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonatan Binsar Sianipar

Menurutnya, keunikan kuliner tradisional tersebut terletak pada racikan bumbu yang masih mempertahankan resep asli. Berbeda dengan beberapa olahan lain yang menggunakan santan, masakan yang dibuatnya mengandalkan kekayaan rempah-rempah Nusantara sebagai ciri khas utama.

Bumbu yang digunakan antara lain jahe, merica, kunyit, lengkuas, serai, daun salam, daun jeruk purut, serta cabai rambat. Kombinasi rempah-rempah tersebut tidak hanya menghasilkan cita rasa khas, tetapi juga berfungsi menghilangkan aroma yang kurang sedap pada bahan masakan.

“Semua menggunakan rempah-rempah alami. Selain memberi rasa yang khas, rempah-rempah ini juga membantu menghilangkan bau yang tidak diinginkan sehingga masakan menjadi lebih nikmat,” jelasnya.

Baca Juga :  AWPI Laporkan DLH Kota Bekasi ke KemenPAN-RB Soroti Pengabaian Putusan PTUN

Eka Jaya mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap makanan tradisional. Banyak anak muda yang lebih mengenal makanan modern dibandingkan kuliner warisan nenek moyang mereka sendiri.

Meski demikian, ia optimistis kuliner tradisional masih memiliki masa depan apabila dipromosikan dengan cara yang mengikuti perkembangan zaman. Pemanfaatan media digital dinilai menjadi kunci penting dalam memperkenalkan makanan khas daerah kepada generasi milenial dan Generasi Z.

“Sekarang banyak media yang bisa dimanfaatkan. Kita harus aktif mempromosikan melalui media sosial seperti TikTok, Facebook, Instagram, dan platform lainnya. Dengan begitu, masyarakat luas bisa mengenal makanan tradisional ini,” katanya.

Baca Juga :  Sekda Prov. Sulteng Sambut Kedatangan Mendes PDT dan Kepala BNN di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri

Menurut Eka Jaya, pelestarian kuliner tradisional tidak hanya menjadi tanggung jawab pelaku usaha, tetapi juga seluruh masyarakat. Dukungan terhadap produk lokal akan membantu menjaga keberlangsungan budaya sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah arus globalisasi.

Di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat, kisah Eka Jaya menunjukkan bahwa menjaga warisan kuliner bukan hanya soal mempertahankan rasa, tetapi juga menjaga jejak sejarah, nilai budaya, dan kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Dengan komitmen tersebut, kuliner khas Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang diharapkan tetap lestari dan terus dikenal oleh generasi mendatang sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang tak ternilai.(msa)

Example 300250
Example 120x600