PASURUAN – Desa Mororejo, Kecamatan Tosari, menggelar pertunjukan Bantengan Gayatri pada Jumat (21/08/2026) sebagai rangkaian acara penutupan lomba dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan tersebut berlangsung dengan sangat meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat.
Pertunjukan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan berlangsung hingga tengah malam. Sejak siang hari, masyarakat mulai berdatangan untuk menyaksikan pertunjukan. Suasana semakin ramai ketika pertunjukan Bantengan Gayatri dimulai. Berbagai atraksi yang ditampilkan mampu menghibur masyarakat sekaligus menjadi salah satu bentuk pelestarian kesenian dan budaya lokal yang masih terus dijaga oleh masyarakat Desa Mororejo.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat setelah rangkaian perlombaan HUT RI selesai, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang hadir dan mengikuti kegiatan hingga malam hari.
Bagi mahasiswa KKN-P 24 Umsida, kegiatan Bantengan Gayatri menjadi pengalaman yang menarik karena dapat melihat secara langsung bagaimana masyarakat Desa Mororejo menjaga dan melestarikan budaya lokal. Salah satu mahasiswa KKN-P 24 Umsida, Tika Candra Dewi, memberikan tanggapannya mengenai kegiatan tersebut. Menurut Tika, kegiatan Bantengan Gayatri merupakan acara yang sangat menarik dan memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa KKN.
” Menurut saya, kegiatan Bantengan Gayatri di Desa Mororejo sangat seru dan menarik. Saya senang bisa melihat secara langsung kesenian tradisional yang masih dilestarikan oleh masyarakat. Antusiasme warga juga luar biasa karena dari siang sampai malam masyarakat tetap ramai mengikuti acara. Bagi kami anak KKN, kegiatan seperti ini menjadi pengalaman berharga karena bisa lebih mengenal budaya dan kehidupan masyarakat Desa Mororejo secara langsung,” ujar Tika.
Tika juga menilai bahwa kegiatan semacam ini perlu terus dilestarikan karena selain menjadi hiburan, kesenian Bantengan juga memiliki nilai budaya yang dapat dikenalkan kepada generasi muda. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan lokal masih memiliki tempat yang penting dalam kehidupan masyarakat Desa Mororejo.
Dengan adanya Bantengan Gayatri sebagai penutup rangkaian lomba HUT RI ke-81, perayaan kemerdekaan di Desa Mororejo tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan, menjaga tradisi, dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat, termasuk mahasiswa KKN-P 24 Umsida.(msa)











