KARAWANG – Untuk memperkuat karakter dan integritas generasi muda, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karawang, Syaifullah, S.H., M.H kembali menggelar program Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Ia hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 3 Karawang, Selasa (15/7/2025).
Acara JMS yang berlangsung di aula sekolah dengan tema “Pendidikan Anti Korupsi” ini, diikuti oleh seluruh peserta didik baru, tahun ajaran 2025-2026 sebanyak 456 siswa dan siswi.
Dalam paparannya, Kajari Karawang Syaifullah menekankan pentingnya pendidikan anti korupsi yang dimulai sejak usia remaja. “Bahwa korupsi bukan hanya soal tindakan besar seperti penyalahgunaan jabatan, tetapi juga menyangkut kebiasaan-kebiasaan kecil yang tidak jujur, seperti mencontek atau memalsukan data,” ujarnya.
Selain memberikan pemahaman tentang jenis dan dampak korupsi, Kajari Karawang juga mengajak siswa untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah. Tentunya dengan cara menjunjung tinggi nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
“Jadilah pelajar yang berani jujur, sekecil apa pun ketidakjujuran, jika dibiarkan, akan menjadi kebiasaan yang merusak moral. Di sekolah, kalian bisa mulai dari hal sederhana, seperti tidak mencontek, tidak melanggar aturan, dan berani menegur teman yang berbuat curang atau berbuat kesalahan,” tegasnya.
Acara JMS ini merupakan kolaborasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang dengan dunia pendidikan untuk memperkuat moral dan karakter generasi muda. Sekaligus menanamkan nilai anti korupsi sejak dini. (Amri)



























