Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Seni Budaya

Museum Ranggawarsita Mengelar Pameran Kain Tradisional Nusantara Diikuti Seluruh Museum di Indonesia Setingkat Provinsi

×

Museum Ranggawarsita Mengelar Pameran Kain Tradisional Nusantara Diikuti Seluruh Museum di Indonesia Setingkat Provinsi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEMARANG – Dalam rangka pameran nasional yang melibatkan seluruh museum tingkat provinsi se-indonesia dengan tema “Kain Tradisional Nusantara”. Museum provinsi Jawa Tengah yang menjadi tuan rumah mengadakan pameran kain dengan tema “Kain Tradisional Nusantara.” Dan diikuti seluruh museum se Indonesia tingkat provinsi. Dibuka pada Hari Jumat (09/05/2025) oleh menteri Kebudayaan Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc.

Sebetulnya di museum itu ada tiga tema yaitu kain tradisional, alat musik tradisional dan senjata tradisional. Untuk Museum Ranggawarsita kebagian menyelenggarakan pameran kain tradisional Nusantara.

Sugiharto, S.Pd., M.Pd. Kepala Museum Ranggawarsita Jawa Tengah mengatakan kegiatan ini dalam rangka pameran nasional yang melibatkan seluruh museum provinsi se-Indonesia dan kebetulan kita mendapatkan tema kain tradisional Nusantara. “Di kegiatan ini kita memamerkan Kain tradisional dari seluruh museum provinsi yang ada di Indonesia. Seperti dari museum di Banten, Sidoarjo, Bandung, Bali dan lainnya. Dan dibuka oleh menteri kebudayaan yaitu Bapak Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc,” ungkap Sugiharto.

Baca Juga :  Eksistensi Musik Keroncong di Sidoarjo: Menunjukkan Perkembangan yang Menjanjikan

“Pameran ini melibatkan seluruh museum provinsi se Indonesia dengan tema kain tradisional Nusantara yang dibuka oleh menteri kebudayaan Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc,” tambah Sugiharto.

Bapak bapak menteri sangat perhatian sekali terhadap budaya terutama museum maka momen ini kita sebagai anak kita Mengundang bapak untuk bisa hadir di kegiatan ini. Sehingga teman-teman bisa bersemangat kembali karena bapak kita datang.

“Bapak Menteri sangat Perhatian sekali terhadap kebudayaan terutama museum. Dengan kehadiran beliau bisa membangkitkan semangat untuk mengelolah dan memajukan museum serta mampu menarik masyarakat untuk ke museum,” ujarnya.

Bapak Sugiharto menjelaskan kegiatan ini sebetulnya tuan rumahnya museum Jawa Tengah Ranggawasita tapi kita berkolaborasi dengan Lawang Sewu, dan museum Akpol. Tadi malam saresehan di Lawang Sewu nanti siang dilanjutkan di Museum Akpol. Ini kita lakukan dengan tujuan agar semua museum yang ada di Semarang hidup kembali dan lebih bergairah.

Baca Juga :  Memperingati Hari Wayang, Pemkot Semarang adakan Festival Wayang Semesta

“Kita mengadakan kegiatan ini berkolaborasi dengan Lawang Sewu dan museum Akpol dengan tujuan agar semua museum yang ada di Semarang hidup kembali dan lebih bergairah,” jelasnya.

“Saat ini kita selalu melakukan edukasi kepada masyarakat tentang kain tradisional Nusantara akan lebih baik lagi apabila mereka datang karena bisa lebih memperkenalkan akan kain tradisional seperti batik yang bermacam corak dengan berbagai fungsi,” paparnya.

Pria kelahiran tahun 1968 menuturkakan, untuk saat ini kita melakukan edukasi kepada anak-anak dan orang tua tentang kain tradisional Nusantara dan apabila mereka datang hal ini lebih bagus dalam hal mengedukasi masyarakat akan kain tradisional. Seperti contoh kain batik, yang jenisnya bermacam-macam ada yang untuk pesta, upacara keagamaan, acara duka cita, mereka tidak tahu asal pakai, tetapi dengan edukasi yang kita lakukan mereka akan mengerti Oh ternyata batik itu fungsinya bermacam-macam tergantung dari corak atau motifnya. Dan untuk menggugah hal ini kita mengadakan fashion show, cara membatik, kain Lurik, bekerja sama dengan museum batik yang ada di Pekalongan dan bidang kebudayaan Dinas Pendidikan Jawa Tengah.

Baca Juga :  Semarang Night Carnival Community Resmi Dikukuhkan, Siap Mendunia Lewat Karnaval Malam Spektakuler

Untuk harapan kedepannya kita lihat di Korea batik sudah banyak dipakai di sana dengan desain sedemikian rupa sehingga menjadi kekinian dan tidak dikatakan jadul, model-model yang luar biasa. Kemarin sudah ditampilkan oleh anak-anak sekolah SMA se-Jawa Tengah bagaimana cara produksinya, lenggak-lenggok di catwalk, sehingga apabila datang ke museum akan mendapatkan edukasi yang lebih dibandingkan memikirkan atau melakukan hal-hal yang negatif.

“Bahkan kita nantinya akan memakai AI (Artificial intelligence) atau kecerdasan buatan untuk mengaplikasikan kita memakai batik seluruh Nusantara dengan wajah kita. Bahkan dari 12 yang di akui Unesco 7 ada di Jawa Tengah,” tuturnya.

(msa)

Example 300250
Example 120x600